Kasihan! Gara-gara Tak Sanggup Bayar Ambulans, Keluarga Ini Bawa Jenazah Anaknya dengan Motor

Kasihan! Gara-gara Tak Sanggup Bayar Ambulans, Keluarga Ini Bawa Jenazah Anaknya dengan Motor

Foto : Orangtua Bayi yang Membawa Jezah Anaknya Menggunkan Motor

Sipayo.com – Jenazah bayi warga Desa Waro, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ( NTB), terpaksa diangkut menggunakan motor karena keluarga pasien tak memiliki biaya untuk membayar ambulans.

Bayi perempuan ini meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Namun saat hendak dibawa pulang, pihak rumah sakit tidak menyediakan ambulans gratis untuk mengantar jenazah tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, drg H Ikhsan, mendatangi keluarga jenazah bayi yang diangkut menggunakan sepada motor, Jumat (16/3/2018).

Kedatangan manajemen rumah sakit bersama rombongannya untuk mengucapkan permohonan maaf kepada orangtua bayi, Suhadah dan Jufrin, warga Desa Waro, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Permintaan maaf pihak rumah sakit juga turut disaksikan tokoh masyarakat setempat. Selain menyampaikan permohonan maaf, manajemen rumah sakit memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Ikhsan mengaku manajemen sangat menyesalkan atas kasus jasad bayi yang diangkut dari rumah sakit menggunakan sepeda motor pada Rabu (14/3/2018).

“Kami menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian yang dialami keluarga pasien.

Untuk menebus kekhilafan kami, dengan ini kami datang menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga,” ucap Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, pihak rumah sakit tidak akan membiarkan kasus itu terjadi lagi. Namun ia mengaku tidak mengetahui jika jasad bayi dari keluarga kurang mampu itu dibawa pulang menggunakan ojek, lantaran tidak mampu membayar biaya ambulans.

“Demi Allah, saya tidak tahu kondisi saat itu. Kalau saya tahu, tidak mungkin membiarkan kondisi itu terjadi. Apalagi rumah sakit ini milik masyarakat,” kata Ikhsan.

Ikhsan menegaskan, manajemen rumah sakit tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang merugikan pasien. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada petugas rumah sakit jika terbukti bertindak di luar prosedur. Untuk menelusuri hal itu, pihak rumah sakit telah melakukan investigasi internal.

“Saat ini, investigasi juga dilakukan tim Inspektorat untuk mengetahui duduk permasalahan.

Jika memang ini ada unsur kesalahan atau kelalaian petugas medis, kami akan tindak tegas agar kejadian tidak terulang,” ungkapnya.

Kedatangan manajemen RSUD Bima ini diterima baik keluarga korban.

“Atas kehadiran bapak direktur tentu kami menerima dengan baik. Kami berharap kejadian semacam ini tidak terulang lagi,” ujar M Jainul, Kepala BPD Desa Waro.