Mengaku Suaminya Seorang PNS dan Pernah Tiduri 50 PSK, Curhatan Seorang Istri Ini Bikin Miris

Mengaku Suaminya Seorang PNS dan Pernah Tiduri 50 PSK, Curhatan Seorang Istri Ini Bikin Miris

Foto : Prostitusi Via Online yang Ditangkap Oleh Polres Aceh

Sipayo.com – Seorang istri PNS yang berasal dari Aceh bicara mengenai perilaku suaminya yang sudah tiduri 50 PSK melalui via online, dan menyebabkan rumah tangganya menjadi berantakan.

Wanita berumur 32 tahun yang menyebut namanya sebagai Ira tidak mau menyebutkan nama lengkapnya, maupun nama suaminya, dipublikasi. Tapi ia ingin masyarakat Aceh tahu betapa batinnya sebagai seorang istri remuk redam gara-gara suaminya terlibat prostitusi online selama sepuluh tahun.

Kepada wartawan, dirinya bercerita mengenai dampak prostitusi online yang baru-baru ini dibongkar jaringannya oleh Polresta Aceh.

“Prostitusi online itu sangat berbahaya. Jaringannya luas, mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Mereka juga membentuk rayon-rayon, tak terkecuali di Aceh. Saya sama sekali tak menyangka suami saya yang berstatus PNS terlibat jaringan prostusi online ini. Gajinya banyak terkuras untuk itu,” kata Ira kepada Serambi di sebuah gedung berlantai dua di Jalan Teungku Imuem Luengbata, Banda Aceh, Rabu (28/3/2018) petang.

Ira ditemani ibu kandungnya saat datang ke gedung itu. Tapi ketika wawancara hendak dimulai, ibunya pamit dan menunggu di luar. Di sebuah bilik kaca seukuran 3×4 meter dan didampingi seorang psikolog.

Dalam dua bulan terakhir, Ira mengaku sering konsultasi pada psikolog tersebut karena batinnya benar-benar terguncang. Ira syok begitu tahu suaminya selingkuh bahkan sering ‘tidur’ dengan wanita penghibur yang diordernya melalui situs online.

Baik Ira maupun suaminya, sebut saja namanya Agam (37), sama-sama kelahiran Aceh. Mereka bahkan berasal dari kabupaten yang sama di blahdeh Seulawah. Menikah pada akhir tahun 2005 atas dasar saling mencintai dan mendapat restu dari orang tua masing-masing.

Tapi hanya sekitar tiga tahun Agam yang bergelar magister dan PNS di sebuah SKPA itu menyertai istrinya. Setelah itu, tahun 2008 ia bukan lagi suami yang setia.

“Awalnya ia coba-coba ikut jaringan prostitusi online. Teman sekantornya yang mengajak. Temannya itu pun sudah menikah, tapi masih doyan ‘jajan’. Alhasil, suami saya kecanduan. Ia jajan mulai dari Jakarta, Bandung, Solo, Medan, hingga Banda Aceh. Taksiran saya tidak kurang 50 wanita panggilan via online yang sudah ditidurinya selama sepuluh tahun,” kata Ira.

Permainan kotor suaminya itu terungkap saat Ira memergoki sebuah chattingan suaminya dengan seorang wanita di handphone sang suami. Karena nadanya vulgar, Ira menginterogasi suaminya. Lantaran terus didesak, alhasil Agam mengaku bahwa ia memang pernah tidur dengan perempuan tersebut.

“Saya shock mendengar pengakuan itu,” kata Ira.

Suaminya berdalih bahwa ia ‘jajan’ karena sedang bersyahwat dalam perjalanan dinas ke luar Aceh, sedangkan istrinya berada di kota lain. Ira yang tak bisa menerima pengkhianatan suaminya itu akhirnya memilih pisah rumah.

Tapi itu tak lama. Bidan negeri ini akhirnya memilih berdamai dengan keadaan, semata-mata demi anak mereka. Pasangan ini dikaruniai dua anak. Yang sulung laki-laki berumur 11 tahun, adiknya perempuan, 8 tahun. Nah, si sulung itu mengancam akan bunuh diri jika ibunya tak kembali ke rumah, Hati Ira pun luluh.

Ia mengira suaminya berubah. Pergi ke mana-mana tak perlu lagi terlalu ia curigai. Tapi pada Mei 2017, Ira mendapati fakta yang mengejutkan saat membuka hp maupun laptop suaminya.

Di hp ada nomor yang ia blokir. Lalu nomor itu disalin Ira ke hp-nya. Diam-diam dihubungi dan diselidiki Ira. Ternyata nomor itu milik seorang pria germo. Selain itu, laptop suaminya yang diperiksa Ira menunjukkan bahwa situs prostitusi di jaringan internet laptop itu pernah diakses sang suami.

Sekilas itu situs biasa. Tapi begitu diklik pada menu lain-lain, langsung ketahuan bahwa situs itu adalah situs prostitusi online.

“Banyak wanita seksi yang ditawarkan di situ. Lengkap dengan nama panggilan, domisili, umur, tinggi dan berat badan, bahkan nomor behanya,” kata Ira.

Saat dikonfirmasi untuk kedua kalinya, Agam kembali mengaku kepada sang istri bahwa dia tak bisa meninggalkan kebiasaan lamanya itu. Bahkan ia berterus terang pernah tidur lagi dengan wanita Tionghoa, Jawa, Ambon, dan lain-lain.

Karena sangat terpukul, Ira kembali meninggalkan rumah. Tapi tak lama berselang ia terpaksa kembali ke rumah karena didesak anak sulungnya, lagi-lagi dengan ancaman bunuh diri jika Ira tak pulang.

Ira juga tak sampai hati menggugat cerai suaminya karena khawatir masa depan anaknya jika tanpa sosok ayah dan si suami bisa dapat sanksi berat di kantor jika dibeberkan Ira kelakuannya.

Sambil berdamai dengan keadaan, Ira akhirnya mempelajari lebih jauh bagaimana jaringan Semprot Underground itu beraksi. Dari hasil penelusuran tahulah Ira bahwa situs tersebut dioperasikan oleh seorang germo perempuan kelas kakap di Jakarta. Jaringannya luas ke seluruh Indonesia.

Member asal Aceh yang tergabung dalam jaringan itu beberapa kali pernah mengorder wanita penghibur dari kawasan Jabodetabek untuk didatangkan ke Aceh. Setelah melayani para pemesan di beberapa hotel Banda Aceh, wanita itu pun kembali ke Jakarta.

Di Aceh, member dari Semprot Underground, kata Ira, bermukim di Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe, hingga Langsa. Mereka sering menginformasikan di akun tersebut alamat salon-salon di Banda Aceh yang aman dijadikan tempat ngumpul.

“Tapi saya belum temukan adanya hubungan mereka dengan kelompok prostitusi online yang baru-baru ini terungkap di sebuah hotel di Aceh Besar,” kata Ira.

Dari penelusurannya lebih lanjut ke situs tersebut, kata Ira, tahulah dia bahwa komunitas itu memiliki beberapa sandi bagi user pemula hingga senior. Sandi tersebut adalah ‘semprot awal’,‘adik semprot’, ‘semprot sejati’ ‘guru semprot’, dan ‘dewa semprot’. Di situs itu juga ada informasi tentang tarif per transaksi.

Rp 2 juta untuk wanita berumur hingga 25 tahun, Rp 600.000 untuk yang berusia 30-an, dan Rp 400.000 untuk yang berusia di atas 40 tahun. Tarif perawan juga ada. Kalau gadisnya cantik dibanderol 20-30 juta rupiah, tapi jika kurang menawan tarifnya hanya 10-15 juta. Ira yakin, selain berhubungan dengan wanita-wanita lacur, suaminya pun pernah menggarap perawan yang diorder secara online.

“Uang di rekening suami saya pernah berkurang banyak. Saya curiga itu ia gunakan membayar perawan,” kata Ira.

Terlepas dari kemarahannya kepada sang suami, kini Ira merasa ada perubahan positif pada diri lelaki itu.

“Dia sudah shalat lima waktu sehari semalam. Tampak lebih sayang kepada anak-anak. Dan asal dia tugas ke luar kota sekarang dia wajibkan saya ikut mendampingi. Dulu justru dia lebih senang kalau saya tidak ikut,” ungkap Ira.