Rute Penerbangan Langsung Silangit-Mumbai Sedang Dijajaki Menteri Perhubungan

Rute Penerbangan Langsung Silangit-Mumbai Sedang Dijajaki Menteri Perhubungan

Foto: Bandara Silangit (Net)

Sipayo.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah tengah menawarkan penerbangan langsung dari India ke Sumatera Utara, khususnya Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Budi Karya mengatakan Sumatera Utara dipilih karena lokasinya yang cukup dekat secara etnis dengan India. Selain itu, kata Budi Karya, banyak investor dari India yang tinggal dan menetap di daerah tersebut.

“Kita memang akan mengupayakan Sumatera Utara sebagai suatu daerah yang berkolaborasi dengan India. Selain lokasinya dekat secara etnis, juga banyak investor dari India yang tinggal di sana. Tergantung nanti apakah nanti dari Silangit ke Mumbai atau bagaimana,” katanya usai menghadiri Forum Infrastruktur India-Indonesia ke-1 di The Ritz Carlton, Jakarta, Senin (18/3/2018).

Menurutnya, saat ini telah ada beberapa maskapai penerbangan yang menyatakan ketertarikannya untuk membuka penerbangan langsung ke India. Beberapa contohnya ialah Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air.

“Dari Indonesia kita ada beberapa seperti, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya dia ingin minta. Garuda sudah tapi akan improve. Selama ini dibuat enggak direct flight dengan alasan dapat penumpang dari kota lain. Ada juga maskapai asal India,” kata Budi Karya.

Namun demikian, Budi Karya mengaku saat ini pihaknya masih menemukan kendala terkait adanya batasan untuk jumlah penerbangan langsung yang diizinkan. Kendala-kendala itu, kata Budi, segera dicari jalan keluarnya.

“Kita memang masih punya hambatan, ada batasan jumlah yang kita peroleh untuk direct flight itu sudah habis. Jadi kita akan approve untuk ditambah,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, pihaknya juga berencana menawarkan proyek Bandara Kulon Progo ke India. Hal ini mengingat investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut sangatlah besar.

“Tapi saya enggak tau porsinya. Policy kan ada di Kementerian BUMN, tapi mungkin karena investasi Kulon Progo juga sedikit lebih banyak investasinya dari Rp 7 triliun untuk bangunan, dan konstruksi. Sedangkan tanah mereka Rp 4 triliun. Jadi itu jumlah yang besar, dan akan baik kalau mereka kolaborasi,” katanya.

“Satu hal yang baik kalau ada kolaborasi berarti ada interest (tertarik) untuk mendatangkan turis ke Indonesia juga. Kita tahu turis India ke Indonesia itu positif. Lebih banyak orang India ke sini daripada kita ke sana,” tutup Budi Karya.