Diperiksa KPK Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Gatot, Begini Tanggapan Musa Rajekshah

Diperiksa KPK Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Gatot, Begini Tanggapan Musa Rajekshah

Foto: Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah

Sipayo.com – Saksi dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Pujo Nugroho pada anggota DPRD Sumut 2009–2014, kembali di periksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sabtu (21/4/2018), di Mako Brimob Medan, Jalan Wahid Hasyim Medan pemeriksaan dilakukan. Diketahui ada 18 orang yang diperiksa.

Salah satunya saksi yang diperiksa adalah Calon Wakil Gubernur / Cawagub Sumut Musa Rajekshah. Menurut pria yang akrab disapa Ijeck itu, pemeriksaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Dia juga menegaskan, kehadirannya ke sana hanya memenuhi prosedural.

“Kami diperiksa sebagai saksi. Pertanyaan yang diajukan relatif sama dengan pemeriksaan untuk tersangka sebelumnya. Tidak ada perbedaan. Jadi tadi itu cuma prosedural saja,” ucapnya kepada wartawan.

“Pemeriksaan ini sama dengan yang dulu. Ditanya ulang oleh penyidik. Kami tadi ditanya penyidik sekitar 30 menit, setelah itu diminta kembali beraktivitas,” tambahnya.

Menurut Ijeck, pemeriksaan tersebut tidak mengganggu aktivitasnya menyapa dan bersilaturahim dengan masyarakat Sumut. KPK pun kata dia, sangat memahami posisinya sebagai calon di Pilgubsu 2018.

“Dipahami pemeriksaan saksi ini momentumnya di masa pilkada. Bisa jadi ada yang memanfaatkan situasi. Tapi saya kira, masyarakat Sumut sangat memahami proses hukum yang dilakukan KPK. Sebagai orang yang bermartabat, warga Sumut termasuk saya, harus kooperatif dalam membantu penegakan hukum,” katanya.

Diketahui, KPK dalam perkara ini juga sudah memeriksa 94 orang saksi selama sepekan di Medan. Total ada 200 orang lebih yang sudah diperiksa menjadi saksi dalam kasus ini.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam pemeriksaan kemarin ada juga nama Gubsu Tengku Erry Nuradi, staf Pemprovsu, dan pihak swasta.

Pemeriksaan ini untuk mengklarifikasi ulang keterangan saksi atas tersangka baru 38 anggota DPRD periode 2009-2014 yang ditetapkan menjadi tersangka.