Ditemukan Fosil Gajah Purba di Ngawi, Segini Kisaran Harganya Bagi Kalangan Kolektor

Ditemukan Fosil Gajah Purba di Ngawi, Segini Kisaran Harganya Bagi Kalangan Kolektor

Foto: Penemuan Fosil Gajah Purba di Ngawi (Net)

Sipayo.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto Wilayah Kerja Provinsi Jawa Timur bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Trinil Ngawi, menyatakan tulang-belulang kaki hewan raksasa yang ditemukan petani Sarno (45), kemungkinan besar adalah fosil gajah purba (Stegodon) dan banteng purba (Bibos paleosondaicus).

Fosil sebanyak 94 serpihan besar dan kecil yang terbenam di lahan tegalan milik Perhutani di Dusun Grudo, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, diperkirakan berusia antara 1 juta hingga 1,5 juta tahun silam.

“Tim gabungan BPCB dan Museum Trinil Ngawi, hampir berani memastikan bahwa fosil itu merupakan fosil tulang gajah purba dan banteng purba yang berumur 1-1,5 juta tahun. Ini potongan tulang kakinya. Kita meyakhini bahwa ini betul temuan fosil purba karena tulang-tulangnya sudah berubah menjadi batu,” ujar Agus Hadi, juru pelihara Museum Trinil BPCB Mojokerto kepada wartawan di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rejuno Karangjati, Ngawi, Rabu (28/3) malam.

Meski tidak menyebut angka pasti berapa nominal harga fosil temuan terbaru di Ngawi, Agus mengaku bagi kolektor yang paham fosil bisa dihargai ratusan juta bahkan miliaran. Sehingga, lanjut Agus, pihaknya menganggap hal wajar atas permintaan penghargaan oleh petani yang menemukan.

“Kalau harga, saya belum pernah menghargai fosil, karena saya hanya pemelihara saja. Tapi bagi kolektor yang saya dengar ada yang mengoleksi seharga ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ungkapnya.

Agus mengaku fosil termasuk benda cagar yang dilindungi oleh pemerintah. Sementara Museum Trinil Ngawi dijadwalkan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Ngawi serta Perhutani Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan akan menggelar rapat.

Petani penemu fosil gajah purba warga Dusun Grudo, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Ngawi, berharap ada uang ganti rugi atau uang lelah, jika tulang temuannya dibawa BPCB Trowulan Jawa Timur untuk menambah koleksi museum Trinil.

Sementara Bupati Ngawi Budi Sulistiyono berjanji akan memberikan penghargaan kepada petani penemu fosil tersebut. Ada 94 fosil yang ditemukan, namun yang terbesar adalah bagian kaki gajah purba. Panjangnya mencapai 90 cm dengan diameter 20 cm. Sisanya berupa serpihan tulang yang rusak akibat benda tajam saat penggalian.

Tulang yang sudah berbentuk serpihan itu, berukuran panjang antara 3-15 cm dengan diameter 3-5 cm. Selain fosil gajah purba, tim peneliti juga menemukan fosil tanduk hewan banteng dengan panjang 43 cm dan diameter 27 cm.

Serpihan-serpihan fosil gajah purba itu kini disimpan di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rejuno Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi.