Edy Rahmayadi Sebut Desa Budaya Merupakan Kekayan Sumatera Utara

Edy Rahmayadi Sebut Desa Budaya Merupakan Kekayan Sumatera Utara

Foto: Edy Rahmayadi Saat Berkunjung ke Nias

Sipayo.com – Calon Gubernur (Cagub ) Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dalam kunjungannya ke Nias menegaskan, keberadaan Desa Budaya (desa adat) menjadi salah satu potensi bagi Sumut. Potensi tersebut pun harus digalakkan untuk menjadi nilai pariwisata yang bisa mengundang wisatawan.

“Kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara di Nias Selatan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya. Ke depan, desa-desa budaya harus semakin bertambah di Sumut, karena kita punya itu semua,” ujar Edy usai berkunjung ke Desa Budaya Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (6/4/2018).

Di Sumut, lanjut Edy, ada beberapa desa budaya seperti Desa Dokan, Desa Jangga, Desa Lingga. Kemudian, ada juga Desa Adat Ragi Hotang di Tobasa, Desa Adat Hutagaol Sihujur di Tobasa dan Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Simalungun.

Menurut Edy, perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat karena pembangunan kepariwisataan tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Di Desa Bawomataluo misalnya, ada Orahu (musyawarah desa) sebagai kearifan lokalnya. Pemerintah harus aktif dalam musyawarah seperti ini, agar aspirasi masyarakat diterima dengan baik,” bebernya.

Konservasi rumah adat, pelestarian kesenian adat dengan memberikan perhatian yang cukup, baik melalui penyediaan anggaran merupakan keharusan. “Saya optimis, Sumut bermartabat akan terwujud dengan menghargai sejarah dan melestarikan kebudayaan serta kearifan lokal kita dan membawanya mengenalkannya ke mata dunia,” pungkas Edy.

Calon Gubernur (Cagub ) Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dalam kunjungannya ke Nias menegaskan, keberadaan Desa Budaya (desa adat) menjadi salah satu potensi bagi Sumut. Potensi tersebut pun harus digalakkan untuk menjadi nilai pariwisata yang bisa mengundang wisatawan.

“Kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara di Nias Selatan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya. Ke depan, desa-desa budaya harus semakin bertambah di Sumut, karena kita punya itu semua,” ujar Edy usai berkunjung ke Desa Budaya Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (6/4/2018).

Di Sumut, lanjut Edy, ada beberapa desa budaya seperti Desa Dokan, Desa Jangga, Desa Lingga. Kemudian, ada juga Desa Adat Ragi Hotang di Tobasa, Desa Adat Hutagaol Sihujur di Tobasa dan Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Simalungun.

Menurut Edy, perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat karena pembangunan kepariwisataan tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Di Desa Bawomataluo misalnya, ada Orahu (musyawarah desa) sebagai kearifan lokalnya. Pemerintah harus aktif dalam musyawarah seperti ini, agar aspirasi masyarakat diterima dengan baik,” bebernya.

Konservasi rumah adat, pelestarian kesenian adat dengan memberikan perhatian yang cukup, baik melalui penyediaan anggaran merupakan keharusan. “Saya optimis, Sumut bermartabat akan terwujud dengan menghargai sejarah dan melestarikan kebudayaan serta kearifan lokal kita dan membawanya mengenalkannya ke mata dunia,” pungkas Edy.