Heboh! Beredar Rekaman Video Dua Anggota DPRD Nias Selatan Bertengkar di Kementerian Pariwisata

Heboh! Beredar Rekaman Video Dua Anggota DPRD Nias Selatan Bertengkar di Kementerian Pariwisata

Foto : Anggota DPRD Nias Terlibat Berkelahi di Kantor Kementrian Pariwisata

Sipayo.com – Perkelahian terjadi di antara dua anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan. Keributan itu terjadi saat rapat di Kantor Kementerian Pariwisata Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Pertengkaran itu kemudian diunggah di media sosial Facebook, Kamis (27/4/2018) dan langsung viral. Hingga berita ini diunggah, video tersebut sudah fitonton 18 ribu kali dan dibakikan 534 kali.

Pemilik akun Vaxawa yang mengunggah video tersebut, dua anggota DPRD yang bertengkar mirip Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Yohana Duha dan anggota DPRD Aris Agustus Dachi.

Atas kejadian itu, warganet menanggapi berbagai macam. Ada yang menilai, sangat tidak pantas anggota dewan yang mewakili mereka mempertontonkan hal tesebut. Tidak jelas awal pertengkaran, namun kedua wakil rakyat itu terlihat bertengkar sengit sambil saling tunjuk. Bahkan, wanita yang dipercaya sebagai Yohana tersebut sempat megeluarkan kata-kata yang mengusir Aris.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti membenarkan bahwa pertengkaran itu terjadi di Kantor kemenpar.

“Kejadiannya benar, waktu melakukan kunjungan ke kantor kementerian Rabu kemarin,” kata Guntur.

Dijelaskan Guntur, peristiwa itu terjadi di lantai 14 Kemenpar, Rabu, sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya, beberapa anggota DPRD bertujuan untuk mempertanyakan dana alokasi (DAK) dari kementerian ke Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan.

“Karena memang selama ini, Kemenpar tidak menyalurkan DAK lagi karena bupati yang lama telah menggabungkan Dispar dengan Dinas Kelautan,” papar mantan Kadis Kominfo Kepri ini.

Bupati Nias Selatan yang baru, Hilarius Duha, kemudian menghidupkan lagi dinas tersebut sehingga anggota DPRD Nias Selatan sama-sama mempertanyakan. ‘

Guntur menegaskan, pertengkaran tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Kemenpar tetapi antara mereka sendiri. Guntur sendiri tidak tahu penyebabnya.

“Tetapi, menurut saya pribadi, perdebatan seperti itu hal yang lumrah saja di legislatif. Justru aneh kalau anggota dewan diam-diam saja,” kata Guntur yang juga pernah menjabat Sekretaris DPRD Kota Batam itu.