Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak di Aceh Bertambah jadi 19 Orang

Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak di Aceh Bertambah jadi 19 Orang

Foto: Ledakan Sumur Minyak di Aceh Bertambah jadi 19 Orang (Net)

Sipayo.com – Jumlah korban tewas akibat ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi aceh, bertambah satu orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengungkapkan kepada wartawan, korban meninggal menjadi 19 orang. Dia menambahkan, korban meninggal tersebut bernama Muhammad Razi.

“Razi, warga Gampong (Desa) Alue Dua, meninggal dunia saat dalam perjalanan. Beliau hendak kita rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatera Utara,” terangnya, Kamis (26/4/2018).

Almarhum merupakan salah satu korban yang sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, Aceh Timur, akibat menderita luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.

Di rumah sakit tersebut, sebelumnya terdapat 19 orang yang mendapat penanganan medis dari tiga rumah sakit setempat yang merawat total 41 pasien dengan luka bakar.

“Yang meninggal hingga saat ini berjumlah 19 orang, karena sebelumnya ada 18 korban meninggal dunia. Kini tinggal 40 orang lagi, mendapat perawatan cukup intensif di tiga rumah sakit setempat,” ujar Ahmad.

PT Pertamina (Persero) Aset 1 EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih pada dini hari tadi.

Legal and Relation Assisten Manager Pertamina Aset 1 EP Field Rantau Supandi Prabudi menyatakan tim yang dikerahkan berusaha memadamkan kobaran api yang telah meludeskan lima unit rumah.

“Sampai sore ini kita terus berupaya memadamkan semburan api dari sumur minyak milik masyarakat dengan cara membuat bendungan di sekeliling sumur untuk mencegah kondensat tidak menyebar lebih luas lagi ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi,” jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini kondisi api sudah mulai mengecil, tapi pihaknya belum bisa memasukkan pompa kimia ke sumur minyak tersebut. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan merembet ke sumur minyak yang lain, dan akan menimbulkan ledakan lagi bersama kobaran api.

“Kami terus melakukan penyemprotan air ke kobaran api. Alhamdulillah, api sudah mulai mengecil,” tukasnya.