Miris! Diduga Mencuri Ikan Milik Warga, Bocah 10 Tahun Ini Diikat di Tengah Kolam

Miris! Diduga Mencuri Ikan Milik Warga, Bocah 10 Tahun Ini Diikat di Tengah Kolam

Foto: Bocah 10 Tahun Ini Diikat di Tengah Kolam (Net)

Sipayo.com – Aksi main hakim sendiri terhadap seorang bocah berinisial Rob (10), yang tertangkap tangan mencuri di sebuah kolam ikan milik warga di Desa Pantai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Pasalnya, pemilik kolam ikan Silalahi, dengan tega mengikat si bocah di tengah kolam tempat para bocah tersebut mengambil ikan. Karena tidak senang, keluarga si pencuri menuntut balik pemilik kolam.

Informasi yang dihimpun, pada Selasa (24/4) sekitar pukul 15.00 WIB, warga Desa Pantai, Kecamatan Rupit, dikejutkan dengan aksi kejar-kejaran di tengah kampung.

Silalahi, si pemilik kolam, mengaku ikannya dicuri oleh empat orang anak yang masih dibawah umur tersebut. Dua orang bocah tertangkap, Rob (10) yang diduga sebagai otak komplotan itu oleh warga diikat di tengah kolam.

“Waktu itu aku ado di rumah, ado empat budak maling ikan. Aku kejer sampai ikannyo yang dicuri di dalem ember campak. Dua uwong ketangkep dan satunyo aku iket di tengah kolam,” terang Silalahi.

Dia mengaku, aksi yang dilakukannya untuk mencegah pelaku kabur, sembari menunggu beberapa rekan pelaku ditangkap warga. Kejadian itu langsung menjadi heboh. Bocah itu tidak bisa bergerak dan hanya bisa terdiam di tengah kolam menjadi tontotan warga sembari menunggu keluarganya datang.

“Dio tu memang sering maling. Waktu keluargonyo dateng, idak galak lagi ngurus budak itu. Jadi aku mintak kepala dusun buatke surat perjanjian supayo dio idak maling lagi di kolam aku,” tuturnya.

Selanjutnya, Nenek dari Rob, yakni Dena mengaku tidak senang cucunya menjadi bulan-bulanan warga. Dena memperkarakan Silalahi dengan dugaan penganiayaan anak di bawah umur. “Aku idak seneng karno cucu aku disikso. Yang maling berempat tapi cuma duo ketangkep. Ngapo cuma Robi yang diiket di kolam,” katanya saat dibincangi di Polsek Rupit.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Pantai, Wakir Purba yang ikut mendampingi kedua pihak ke Polsek Rupit menuturkan, dirinya berusaha menengahi perselisihan yang terjadi. “Aku cuma nengahi bae. Takutnyo samo-samo keluarga besak agek jadi ribut manjang,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rupit AKP Yulfikri membenarkan adanya permasalahan tersebut. “Kita minta kepala desa menengahi dulu. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk laporan, akan kami tampung dan diproses sesuai prosedur yang berlaku. Tapi jika masalah itu bisa di tingkat desa, ya itu lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (TP2A) Kabupaten Muratara, Rudi Hartono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengaku sudah memonitor dan saat ini permasalahan itu tengah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tapi yang jelas, kami minta jangan sampai masyarakat main hakim sendiri lagi. Apa lagi yang dihakimi itu anak-anak di bawah umur. Karena itu bisa berpengaruh pada mental anak di masa mendatang,” tandasnya.