Presiden Jeventus Menilai UEFA Ingin Hancurkan Klub Asal Italia yang Berlaga di Pentas Eropa

Presiden Jeventus Menilai UEFA Ingin Hancurkan Klub Asal Italia yang Berlaga di Pentas Eropa

Foto : Pemian Juventus Bersitegang dengan Wasit Setelah Memberikan Pinallti

Sipayo.com – Real Madrid secara dramatis berhasil menyingkirkan Juventus di babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018. Meski mengalami kekalahan dengan skor 1-3 di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4/2018) dini hari WIB, Los Blancos mampu memenangi laga dengan skor agregat 4-3.

Pertandingan Real Madrid dengan Juventus memang menarik perhatian publik. Bagaimana tidak, pertandingan tersebut berlangsung begitu dramatis. Berbagai insiden terjadi di sepanjang pertandingan tersebut.

Salah satu insiden yang paling menarik perhatian ialah hadiah penalti yang diberikan wasit pada masa injury time atau tepatnya di menit 90+3. Keputusan wasit untuk memberikan hadiah penalti kepada Madrid pun menuai protes dari pihak Juventus.

Terkait hal itu, Presiden Juventus Andrea Agnelli menilai ada indikasi badan sepak bola Eropa (UEFA) ingin menjatuhkan klub-klub Italia yang berlaga di pentas antarklub Eropa.

Kasus kontroversi penalti yang terjadi di leg kedua perempat final Liga Champions membuat Agnelli berpikir UEFA memiliki niat buruk kepada wakil-wakil Italia yang sedang berlaga di Benua Biru itu, baik di Liga Champions dan Liga Europa. Agnelli juga menyoroti kinerja mantan wasit Italia, Pierluigi Collina, yang kini menjadi pemberi tugas wasit di UEFA.

“Bukan hanya Juve, tapi Roma juga seharusnya mendapat Penalti ketika menghadapi Barcelona, begitu pula ketika Milan kalah dari Arsenal di Liga Europa, dan kami malam ini. Jika ada masalah teknis karena UEFA tidak memiliki wasit bagus maka kami bisa membantu memberi latihan,” kata Agnelli seperti dikutip dari Football Italia.

Selain menuding tingkat kinerja wasit Agnelli juga mendorong penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga Champions.

“Di fase gugur kita butuh melatih wasit, menunjuk orang yang tepat, dan membantu agar mereka menggunakan VAR. Teknologi garis gawang berbeda dengan tayangan ulang, Jika UEFA tidak siap, mereka harus melatih secara cepat, seperti yang terjadi di Serie A, Jerman, Portugal, dan lain-lain,” kata Agnelli.

“Untuk beberapa alasan, keangkuhan pemberi tugas wasit membuat ia membuktikan secara ilmiah bahwa mereka tidak bias, dan tetap menunjuk wasit-wasit yang merugikan klub Italia,” ujar pengusaha asal Italia itu.

Agnelli menilai Michael Oliver yang memimpin laga antara Madrid dan Juventus sebagai wasit yang mengecewakan dan tidak mengerti momen. Tanpa Juventus di pentas Eropa, Agnelli mengutarakan dukungan untuk dua tim asal Italia lain yakni AS Roma di Liga Champions dan Lazio di Liga Europa.