Satu Wanita Hidup Bersama 31 Pria di Pulau Terpencil, Kisahnya Mengerikan dan Bikin Merinding

Satu Wanita Hidup Bersama 31 Pria di Pulau Terpencil, Kisahnya Mengerikan dan Bikin Merinding

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Seorang wanita hidup dengan 31 pria di sebuah pulau terpencil. Dilansir dari Koreaboo, selama Perang Dunia Kedua, sebuah kapal angkatan laut Jepang diserang oleh pesawat tempur Amerika dan tenggelam di dekat sebuah pulau.

Kejadian ini bermula ketika 31 serdadu Jepang menyelamatkan diri setelah kapal mereka karam akibat serangan membabi buta dari pihak sekutu di perairan pulau Anatahan.

Berbekal sisa tenaga dan beberapa sekoci, para serdadu yang tersisa kemudian memutuskan untuk bersembunyi di pulau itu sembari menunggu bala bantua datang.

Beberapa hari ditunggu bantuan tidak kunjung datang, sang kapten kemudian mengajak para serdadu menyusuri ke dalam pulau siapa tahu di pulau itu ada kehidupan dan makanan, mengingat saat itu persediaan makanan kian menipis.

Berhari-hari menyusuri pulau, gayung pun bersambut. Salah satu serdadu kegirangan manakala melihat sebuah asap yang melambung tinggi.

Diduga asap itu berasal dari sebuah pemukiman yang terletak di tengah pulau. Dengan semangat mereka kemudian mengikuti di mana asap itu berasal hingga sampai di sebuah pemukiman tua tempat tinggal dua orang pribumi, Kazuko Higa dan suaminya.

Hari-hari dilalui oleh 31 serdadu itu dengan belajar berburu dan bercocok tanam, bahkan setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada 1945.

Insiden mulai bermunculan

Insiden misterius mulai muncul, diawali dengan kematian sang kapten yang ditemukan sudah menjadi mayat mengapung di perairan. Para serdadu mengira jika sang kapten depresi dan bunuh diri.

Kemudian kejadian kedua, dua serdadu ditemukan tewas dengan posisi saling mengarahkan senapan di kepala masing-masing.

Para serdadu yang tersisa mulai khawatir dan mulai saling mencurigai satu sama lain. Mereka mulai takut dan bila malam menjelang, para serdadu mulai menyembunyikan senjata untuk menjaga diri sekaligus psywar bagi serdadu yang lain agar tidak mengganggu ataupun membunuh.

Keesokan harinya, hal mengejutkan terjadi, manakala salah seorang serdadu menanyakan status hubungan kedua pribumi itu. Ternyata Kazuko Higa, wanita yang dianggap sebagai istri itu ternyata satu-satunya wanita di pulau itu. Sontak hal ini kemudian memperparah konflik yang dialami para serdadu Jepang itu. Apalagi hubungan Kazuko Higa dengan suaminya kurang baik.

Beberapa kali para serdadu terlibat pertengkaran, hingga perkelahian berdarah, kecemburuan dan persaingan antar para serdadu semakin memburuk hingga beberapa diantaranya harus meregang nyawa hanya karena keegosan masing-masing.

Melarikan diri

Melihat situasi kian mencekap, Kazuko Higa memutuskan untuk melarikan diri disaat para serdadu tertidur lelap. Ia meninggalkan pulau itu pada tahun 1950

Semenjak Kazuko meninggalkan pulau, berangsur-angsur kejadian kekerasan mulai mereda dan selang setahun berikutnya, para serdadu yang masih hidup ditolong oleh pasukan Amerika dan dibawa pulang ke tempat asal mereka.

Membayangkannya tentu mengingatkan kita dengan sebuah film Madonna berjudul Swept Away (2002) di mana seorang wanita bernama Amber Leighton terdampar di sebuah pulau bersama beberapa pria yang tidak dikenalnya. Alhasil persaingan berujung pertumpahan darah pun terjadi.