Tembak Mati Adik Ipar di Medan, Wakapolres Lombok Tengah Terancam Hukuman Mati

Tembak Mati Adik Ipar di Medan, Wakapolres Lombok Tengah Terancam Hukuman Mati

Foto : Kapolda Sumut Saat Memberikan Keterangan Pers

Sipayo.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kompol Fahrizal, menembak mati adik iparnya, Jumingan alias Iwan. Kejadian terjadi saat anggota polisi itu mengunjungi rumah ibunya di Medan pada Rabu malam, (4/4/2018).

Atas perbuatannya tersebut, mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan itu, dikenakan Pasal 340 jo Pasal 338 KUHPidana, yang dapat diancam dengan hukuman 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 340 jo Pasal 338 KUHPidana,”kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat memaparkan kasus itu di Mapolda Sumut, Kamis (5/4/2018).

Meski telah menetapkan pasal yang akan dijeratkan kepada Kompol Fahrizal, namun Polisi belum dapat mengungkap motif sebenarnya dari, penembakkan itu. Polisi hanya menduga penembakkan itu dilatarbelakangi benci dan dendam.

“Itu dugaannya. Tapi itu yang masih didalami penyidik kita,” sebutnya.

Kapolda mengaku, penyidik mereka juga sudah memeriksa keluarga Kompol Fahrizal untuk mengungkap motif di balik penembakkan itu. Namun keluarga sepertinya belum mau terbuka.

“Keluarga hanya bercerita jika dia datang ke rumah yang ditinggali ibu nya dan korban, untuk menjenguk sang ibu yang lagi sakit. Saat berbincang dengan ibunya, tersangka kemudian mengamuk dan menembak korban. hanya sebatas itu informasi yang kita dapat dari keluarga,” kata Paulus.

Akibat penembakkan itu, Jumingan tewas berlumuran darah. Ia terkena 6 tembakan di kepala dan bagian bawah perutnya. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.