Eramas Berjanji Hilangkan Praktik Ijon dan Rentenir untuk Petani Sumut

Eramas Berjanji Hilangkan Praktik Ijon dan Rentenir untuk Petani Sumut

Foto: ERAMAS

Sipayo.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) diyakini akan tepati janji ketika diberi amanah memimpin Sumut lima tahun mendatang.

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) berjanji akan memberi perhatian pada persoalan petani di Sumut yang kurang sejahtera karena sitem ijon atau riba. Pasangan ini berkomitmen untuk mendukung petani agar lepas dari jerat tersebut.

“Praktek ijon (riba) ini adalah masalah pertanian kita di Sumut. Hasil pertanian dibeli pemilik uang dengan harga yang sudah ditentukan lebih dulu. Petani harus jual ke pengijon karena sudah meminjam modal atau uang lebih dulu,” ungkap Musa Rajekshah dalam keterangan tertulis, Senin (14/5/2018).

Dalam kampanyenya di Kabupaten Padang Lawas, menurut Ijeck, salah satu kendala yang masih dihadapi petani di Sumut adalah masalah permodalan. Terbatasnya akses ke bank atau lembaga pembiayaan lainnya membuat banyak petani menjatuhkan pilihan pada rentenir, hal ini membuat praktek ijon masih marak.

Praktek ijon ini, membuat petani membayar pinjaman modal dengan hasil pertaniannya tentu sangat miris. Karenanya petani akan ketergantungan dan semakin jauh dari kata sejahtera.

Eramas, kata Ijeck, berupaya agar petani bisa mandiri dalam mengelola sawah dan hasil pertaniannya. Salah satunya dengan menyediakan akses petani kecil ke dunia perbankan secara adil dan berkelanjutan.

“Persoalan di lapangan, petani kita sulit menembus bank. Maka dari itu, bank daerah milik Pemprov Sumut harus lebih dimaksimalkan dan diandalkan untuk membantu petani nantinya,” kata Ijeck.

Setelah bebas dari pengijon yang berpraktik seperti rentenir tersebut, petani di Sumut diharapkan bisa lebih maksimal dalam mendukung upaya ketahanan pangan di Sumut.

“Ketersediaan lahan pertanian juga harus dipertahankan. Pupuk dan benih disesuaikan dengan kebutuhan di satu daerah. Di samping itu, lahan yang ada dan dikelola petani juga harus dijaga agar hasilnya optimal dan petaninya turut sejahtera, tanpa riba,” kata Ijeck.

Sementara itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Sumut, Fadly Abdina, menyambut baik komitmen Eramas ini. Isu pertanian tidak hanya semata pengelolaan lahan. Tetapi juga integrasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir, dari penyediaan benih, bibit dan pupuk yg baik serta terjangkau, penyediaan permodalan, penanganan pasca panen hingga penjaminan pasar yang baik buat para petani.

“Program Eramas ini untuk menjaga petani dari jerat pengijon sangat realistis. Karena itu memang terjadi di lapangan,” kata Fadly.

Menurut Fadly, masyarakat Sumut harus teliti melihat program Calon Gubsu dan Wagubsu agar yakin menentukan pilihannya pada 27 Juni 2018.

“Saya pikir, program kerja ERAMAS orisinal dan menyentuh ke persoalan di masyarakat Sumut. Bukan duplikasi,” pungkas Fadly.