Pembangunan Kolam Ikan di Desa Jaranguda Diduga Sarat Penyelewengan

Pembangunan Kolam Ikan di Desa Jaranguda Diduga Sarat Penyelewengan

Sipayo.com – Tambak (kolam)  ikan Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) TA. 2017 dengan anggaran biaya Rp 451. 855.090,-kondisinya kini  terbengkalai. Tambak ikan yang sejak awal direncanakan menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini terlihat tidak berfungsi dan ditumbuhi gulma air.

Menurut keterangan warga setempat,  sebelumnya warga telah meminta keterangan kepala desa serta pertanggungjawaban pihak kontraktor terkait pembangunan fisik yang diduga kuat menyalahi ketentuan pada tanggal 4 Desember 2017 lalu. Sebab menurut warga, pembuatan tambak ikan tersebut sarat penyelewengan.

“Selain luas volume 40 x 40 meter sesuai tertulis di plank proyek, tidak terpenuhi oleh kontraktor pekerjaan, karena alasan tertentu. Tidak adanya pemasangan besi disetiap sudut bangunan kolam. Juga menjadi pertanyaan serius, warga yang merupakan mayoritas berasal dari marga Surbakti selaku pemilik tanah ulayat yang menghibahkan lahan,” ujar Romelo Surbakti penduduk Desa Jaranguda ketika ditemui, Senin (21/5/2018).

Lebih lanjut disampaikannya,  dalam pertemuan lapangan dilokasi pembangunan beberapa waktu lalu, masyarakat memaksa kepala desa, agar kontraktor menghadirkan konsultan perencana bangunan untuk memberi penjelasan secara teknis.

Karena keterangan kepala desa dan kontraktor, dianggap massa tidak detail dan spesifik. Tetapi, pasca berkali-kali dihubungi dan dinyatakan akan datang. Konsultan yang disebut kontraktor kepada warga akan datang. Tidak kunjung tiba.

Berdasarkan keterangan Romelo, terkait ditemukannya kejanggalan serta kuatnya dugaan terjadi penyelewengan dalam pembuatan kolam ikan tersebut, masayarakat Desa Jaranguda telah membuat pengaduan secara tertulis ke Polres Karo, Kejaksaan Negeri Karo, Inspektorat Pemkab Karo serta tembusan ke Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH. Namun, hingga kini belum ada kelanjutan dari pihak tersebut diatas.

Kepala Desa Jaranguda, Elisa Sinuraya ketika dikonfirmasi mengatakan,  terkait pembangunan tambak kolam ikan di Desa Jaranguda saat ini tidak ada masalah dan sudah diserahterimakan. “Sudah. Sudah diserahterimakan,  pekerjaan sudah selesai dan tidak ada permasalahan. Sudah diserahterimakan oleh rekanan kepada TPK. TPK menyerahkan ke pemerintahan desa namun belum datang dari Inspektorat untuk pemeriksaan  audit,” ujarnya.

Terkait belum difungsikannya tambak kolam ikan tersebut, menurut Elisa Sinuraya,  dikarenakan belum ada musyawarah dengan masyarakat karena beberapa waktu lalu sempat ada gejolak ditengah masyarakat terkait kolam ikan.  Meski begitu, lanjutnya, segera akan dimusyawarahkan dengan masyarakat.

Keterangan  foto : Tambak (kolam) ikan di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) TA. 2017 kondisinya kini terbengkalai dan ditumbuhi gulma air. pembangunan tambak kolam ikan dengan anggaran biaya Rp 451. 855.090,- diduga kuat masyarakat sarat penyelewengan.