Surat Terbuka Guru Honorer untuk Presiden Jokowi Viral di Media Sosial, Berikut Isi Lengkapnya

Surat Terbuka Guru Honorer untuk Presiden Jokowi Viral di Media Sosial, Berikut Isi Lengkapnya

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Era modern dijadikan segenap warga Indonesia untuk mencurahkan isi hatinya salah satunya melalui media sosial, akhir-akhir ini beredar surat terbuka kepada pemimpin negeri ini sebagai curahan hati kaum guru honorer Indonesia yang tertingal secara kesejahteraannya dan mengkritik langsung program Presiden soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beberapa waktu lalu.

Duka masih menyelimuti guru-guru honorer di tanah air. Mereka berduka karena, tidak bisa menikmati kegembiraan yang dirasakan PNS, TNI/Polri, pensiunan, pegawai non PNS dan tenaga honorer di pusat.

Pemerintah hanya mengalokasikan dana tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai non PNS dan honorer pusat, sedangkan daerah tidak.

“Kami bersedih karena THR tidak merata diberikan. Sementara status kami sebagai guru honorer tidak juga diangkat PNS,” kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada wartawan, Minggu (27/5).

Menurut Titi, tidak semua pemda yang memberikan dana THR kepada guru honorer karena terbentur masalah PAD (pendapatan asli daerah). Wajar bila guru honorer menangis karena pengabdian mereka tidak dihargai.

“Kami berterima kasih kepada ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) yang mau menyisihkan dana THR-nya untuk honorer. Semoga ini bisa menutupi duka kami,” tandasnya.

Sementara itu, di kalangan honorer beredar surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Surat terbuka ini diviralkan guru-guru honorer di medsos.

Salah satu inti dari surat terbuka itu adalah, para guru honorer yang hidup di daerah perkampungan tidak mengharapkan jalan tol yang sedang dibangun pemerintah.

Yang dibutuhkan adalah presiden mau melihat suara hati guru honorer.

Surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo

Kepada Yth :
Bpk Presiden

Mewakili Guru Honorer di Seluruh Indonesia….

Terima Kasih Pak Presiden, Kebijakan Bapak Menaikan Tunjangan Hari Raya (THR) Sangatlah Tepat Sasaran dan Hal Tersebut Merupakan Kebahagian Tersendiri Bagi Mereka (PNS).
Jika di Lihat dari Pengabdian Mereka, Maka Pantaslah Hal Tersebut Menjadi Pertimbangan Bpk Untuk Menaikannya.

Pak Presiden, Namun Disela – sela Kebahagian Atas Kebijakan Bapak, Terseliplah Duka Yang Mendalam Bagi Kami Para Guru Honorer, Betapa Tidak Jangankan THR, Gaji Kami Saja Yang Udah Bertahun2 Masih Jalan di Tempat Berbanding Terbalik Dengan Para Guru Lain Yang Hanya di Bedakan Dengan Jabatan Sebagai PNS, Ya Karena Jabatanlah Yang Membedakan Antara Kami (Honorer) dan Mereka (PNS), Masa Kerja Banyak Yang di Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Lama Begitupun Dengan Beban Kerja Banyak di Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Banyak Ketimbang Mereka, Kami Sama2 Bekerja, Kami Sama2 Mengabdi, Kami Sama2 Menjalankan Amanah Sebagai Guru Profesional walaupun dengan Banyak Keterbatasan.

Pak Presiden, Tidakah Bapak Memikirkan Kami Para Honorer Untuk Bagaimana Caranya Kehidupan Kami Juga Bisa Merasakan Kesejahteraan Sebagai Guru Honorer, Kenaikan Gaji Sebagai Guru Honorer dan Tunjangan SEBAGAI GURU HONORER, Beratkah, Ribetkah Atau Sangat Sulitkah Hal Tersebut Bisa di Realisasikan, Cobalah Pak ? Kami Sangat Berharap di Era Kepemimpinan Bapak Ada Keajaiban Bagi Kami Para Honorer, Menaikan Harga BBM Diam2 Saja Bapak Bisa Masa Menaikan Gaji Kami Para Honorer Secara Terang2an Ga Bisa, BAPAK KAN PRESIDEN???..

Pak Presiden,Tidak Banyak Yang Ingin Saya Sampaikan Karena Ini Hanya Sebagian Unek2 Saya dan Kawan2 Saya Toh Saya Rasa Bapak Gak akan Tau Betapa Sulit dan Berat Beban Menjadi Seorang Guru Honorer di Era Milenial ini, Bagi Kami Rakyat Kalangan Bawah Yang Hidup di Daerah Perkampungan Bukan Jalan Tol Yang Sedang Bapak Bangun Yang Tiap Hari Akan Kami Lewati, Bukan Beras Hasil Impor dari Luar Pun Dengan Harganya Yang Akan Kami Makan Tiap Hari, Tapi Kemurahan Hati Bapak Untuk Merasakan Kehidupan Kami Sebagai Masyarakat Kalangan Bawah, Dengan Harga Bahan Pokok Yang Murah, Kesejahteraan Kami Yang Terjamin dengan Harga BBM Yang Stabil Agar Kami Bisa Bekerja Dengan Penuh Suka Cita.

Mudah2an Bapak Mendengar, Melihat, dan Merasakan Keluh Kesah Kami Para Guru Honorer Seperti halnya Bapak Selalu Mempertimbangkan Mereka2 Yang selalu Berdemo di Jalanan Dengan Tujuan dan Keinginan Yang Sama Mengenai Kesejahteraan Para Pegawai…

Hormat Kami,
*Guru Honorer Di Seluruh Indonesia…*