Terkait Rentetan Teror Bom di Surabaya, IMKA Ulih Ersada Quality Himbau Masyarakat Tetap Jaga Keutuhan Bangsa

Terkait Rentetan Teror Bom di Surabaya, IMKA Ulih Ersada Quality Himbau Masyarakat Tetap Jaga Keutuhan Bangsa

Sipayo.com – Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) Ulih Ersada Universitas Quality, Medan, turut merasa prihatin atas serentetan teror bom yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya dalam beberapa waktu belakangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua IMKA Ulih Ersada, Alpandi Pinem, kepada Sipayo.com, Selasa (15/5/2018) malam.

“IMKA Ulih Ersada ikut prihatin dan mengutuk teror bom yang terjadi di beberapa tempat dalam beberapa waktu belakangan di Surabaya dan juga di Sidoarjo. Namun demikian, kami menghimbau kepada segenap masyarakat Indonesia agar tetap bersatu, tidak saling menyalahkan, serta selalu menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Alpandi didampingi beberapa pengurus IMKA Quality, diantaranya Romi Ginting, Kristanto Ketaren, Irwansyah Tarigan, Tri Febriyani Bangun dan Wahyu Syahputra.

Selain mengucapkan rasa belasungkawa kepada korban, Alpandi juga menghimbau aparat terkait agar segera mengusut tuntas dalang dibelakang teror bom tersebut.

“Aparat terkait, khususnya kepolisian harus segera mengusut tuntas siapa-siapa saja dalang dibelakang aksi teror tersebut. Dengan demikian, akan tercipta kembali rasa aman ditengah-tengah masyarakat,” harap Alpandi.

Sebagaimana diketahui, terjadi serentetan teror bom di Surabaya, Jawa Timur pada 13-14 Mei kemarin. Sasaran serangan bom Surabaya itu yakni tiga gereja dan satu kantor polisi.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Surabaya, Minggu pagi 13 Mei 2018. Selang beberapa menit, bom juga meledak di dua gereja lain, yakni GKI Diponegoro dan Gereja Pentakosta.

Pada malam harinya, giliran Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur yang jadi sasaran. Sebuah bom meledak di lantai 5 rusunawa itu.

Lalu pada 14 Mei 2018, bom juga meledak di Markas Polrestabes Surabaya. Akibatnya, 21 meninggal dan 57 lainnya luka-luka atas rentetan serangan bom tersebut.