Walah! Janji Gandakan Uang Rp 30 Juta Agar Menjadi Rp 2,5 Miliar, Pria Ini Diberi Kardus, Setelah Dibuka Isinya Tak Terduga

Walah! Janji Gandakan Uang Rp 30 Juta Agar Menjadi Rp 2,5 Miliar, Pria Ini Diberi Kardus, Setelah Dibuka Isinya Tak Terduga

Dukun Palsu, Teguh Adreng P (40) Telah Diamankan Pihak Kepolisian (Foto: Istimewa)

Sipayo.com – Berbekal patung Nyi Blorong dan beberapa alat penunjang lain, Teguh Adreng P (40) warga Sukorejo, Kroyo, Karangmalang, Kabupaten Sragen, menjadi dukun palsu. Pelaku mengaku bisa menggandakan uang Rp 2,5 miliar.

Aksi aksi tipu-tipu itu, salah seorang warga Kudus menjadi korban. JMD (56) warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, tertipu Rp 30 juta. Ia tergiur ingin mengggandakan uangnya Rp 30 juta jadi Rp 2,5 miliar. Pelaku berhasil diringkus Satreskrim Polres Kudus.

“Kami bekuk seorang pelaku setelah ada laporan. Sementara seorang pelaku lagi masih buron. Kami masih dalami kasus ini,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Kamis (17/5/2018).

Menurut Agusman, seorang korban melaporkan telah tertipu Rp 30 juta akibat dari perbuatan pelaku. Korban tergiur dengan iming-iming pelaku yang meyakinkan bisa melipatgandakan uang Rp 30 juta menjadi Rp 2,5 miliar.

Korban JMD (56), warga Peganjaran, Bae, Kudus berkenalan dengan pelaku melalui perantara temannya. Korban dan pelaku selanjutnya bertemu di wilayah Sragen pada awal April 2018.

Sang dukun abal-abal itu berdalih ritual penggandaan uang harus digelar di ruangan tertutup yang menghadap ke arah selatan. Korban yang sudah masuk perangkap bujuk rayu pelaku pun mengamini.

Keduanya sepakati lokasi ritual di sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kudus. Singkat cerita, pelaku bersama rekannya yang sudah mempersiapkan segalanya mempersilakan JMD dan istrinya untuk masuk mengikuti ritual di kamar hotel.

Korban pun menyerahkan uang Rp 30 juta yang dijanjikan pelaku bisa digandakan menjadi Rp 2,5 miliar. Setelah itu lampu kamar hotel sengaja dimatikan oleh pelaku dengan dalih supaya proses ritual berlangsung lebih khusyuk.

Tak lama kemudian, dukun palsu itu beraksi melafalkan jampi-jampi di hadapan patung logam Nyi Blorong. Saat itu korban dan istrinya diharuskan memejamkan mata.

Sesekali korban juga diminta membayangkan uangnya telah berlipat ganda. Setelah beberapa jam, pelaku kemudian menyerahkan sebuah kardus yang telah dilakban kepada korban.

Korban pun diminta menunggu hingga 12 jam untuk membuka kardus yang dipastikan oleh pelaku telah berisi uang Rp 2,5 miliar. Pelaku bersama rekannya kemudian pamit pulang dengan alasan bahwa ritual telah berhasil.

“Kesempatan itu digunakan pelaku untuk melarikan diri. Korban terkejut setelah dibuka ternyata isi kardus adalah dua buah kelapa,” ungkap Agusman.

Pelaku dikenai Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Untuk berapa korbannya masih kami dalami,” pungkasnya.

Sementara itu Teguh mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Pengangguran ini berujar memiliki ide untuk menjadi dukun palsu pengganda uang karena membutuhkan uang untuk menghidupi keluarga kecilnya.

“Uang hasil menipu kami bagi berdua. Saya bingung tak punya pekerjaan. Cari sana sini tidak dapat. Apalagi keluarga butuh makan dan minum,” tutur Teguh.