Ini 7 Fakta Tewasnya Jemaat Perempuan yang Diduga Dibunuh oleh Pendeta di Deli Serdang

Ini 7 Fakta Tewasnya Jemaat Perempuan yang Diduga Dibunuh oleh Pendeta di Deli Serdang

 Perempuan yang Diduga Dibunuh oleh Pendeta di Deli Serdang (Foto: Istimewa)

Sipayo.com – Jenazah Rosalia Cici Maretini Siahaan (20) ditemukan tewas di kamar mandi Greja Sidang Rohkudus Indonesia (GSRI) di Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis (31/5/2018.

Jasad perempuan yang berlumuran darah tersebut diduga dibunuh oleh bapak angkatnya sendiri, yakni, Anderson Sembiring Pendeta di GSRI Limau Manis.

Berikut 7 fakta-faktanya.

1. Luka di bagian kepala, Celana melorot dan ditemukan cairan sperma

Jasad Rosalia Siahaan ditemukan polisi dengan kondisi luka berdarah di bagian kepala belakang. Pakaian penutup tubuh bagian bawahnya melorot ke bagian kaki. Di bagian sensitifnya ditemukan cairan sperma

Dalam penyelidikan sementara, Rosalia diduga korban pembunuhan. Polisi juga telah mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam dengan nomor polisi BK 4440 SAA.

Selain itu 1 unit helm, sebatang kayu palu, sebilah pisau, dan pakaian korban. Korban mengalami luka robek pada leher akibat benda tajam. Di alat kelamin korban terdapat sperma pelaku, kepala bagian belakang luka.

“Soal cairan sperma yang ditemukan di alat kelamin korban, hingga saat ini masih dalam penyelidikan, siapa si pemilik cairan sperma tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

2. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan

Kapolres Eddy Suryantha Tarigan mengatakan, jasad Rosalia Siahaan telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

“Kalau korbannya sudah kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk proses otopsi. Sementara gitu dulu lah ya,” ucapnya.

Hingga saat ini Polisi masih mendalami motif tewasnya Rosalia Siahaan.

3. Tangisan keluarga korban

Tangis pilu keluarga korban pembunuhan Rosalia Cici Maretini Siahaan (20) memenuhi kantor Polsek Tanjung Morawa, Kamis (31/5/2018).

Tangisan pecah setelah keluarga besar Rosalia mengetahui bahwa anak gadisnya itu telah tiada. Adik korban, yakni Nurcahaya Siahaan tidak henti-hentinya menjerit.

“Enggak ada lagi kawanku curhat. Kau bilang, aku enggak boleh pergi jauh-jauh Lia (sapaan akrab korban). Tapi sekarang kaunya yang pergi jauh. Aku ikut samamu Lia,” ucapnya berulang-ulang.

Karena suaranya terdengar cukup keras, seorang personel polisi berusaha menenangkannya.

“Udah diamlah kau. Sabar… Dapat kami pelakunya itu,” ucap seorang personel polisi.

Ucapan polisi itu pun tidak membuatnya tenang. Ia terus-terusan menangis dan membuat perhatian banyak orang yang datang ke Polsek.

“Dapat pun dia (pelaku), enggak mengembalikan nyawanya. Ikutlah aku Lia samamu….,” kata Nurcahaya.

Sementara itu, kakak kandung korban, Ardi Imanuel Siahaan (23) menceritakan kisah kepergian adiknya menjumpai seorang pendeta.

“Ia tadi pagi sempat dia pamit sama mamak di rumah. Katanya dia mau jumpain pendeta di gereja. Adikku ini orangnya baik kali bang. Aku anak pertama dan dia anak kedua,” ujar Ardi Imanuel Siahaan.

Ia menyebut tau adiknya itu tewas dibunuh setelah mendapat kabar dari saudaranya yang juga tinggal di Tanjungmorawa.

Disebut kalau ia dan orangtuanya tinggal di Jl Selamat, Simpang Limun, Medan.

“Aku tadi lagi kerjanya sebenarnya. Itulah dikabari sama saudara dari sini, dibilangnya adikku ini sudah meninggal. Cepat-cepat aku pulang ke rumah. Awalnya sempat gak percaya tapi setelah kami coba hubungi berulang-ulang nomor teleponnya gak diangkat-angkat,” ucap Ardi.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa adiknya itu datang ke Gereja. Disebut terkadang adiknya itu juga tinggal di Gereja tersebut.

“Kalau aku gak kenal sama pendeta yang ingin dia temui itu. Tapi kalau adikku kenal,”katanya.

Kabarnya, sang pendeta tersebut disebut-sebut sebagai bapak angkatnya Rosalia Siahaan.

4. Rosalia bersama seorang Pendeta bermarga Sembiring

Warga yang tinggal di sekitar gereja menceritakan, sebelumnya Rosalia Siahaan di dalam gereja bersama seorang pendeta yang mereka kenal bermarga Sembiring.

Cerita warga, sebelum korban ditemukan tewas sempat terdengar suara jeritan minta tolong.

“Kami duduk-duduk di teras ini jadi sempat dengar suara jeritan. Tapi itulah kami tanya suara apa itu, dibilang pendeta itu enggak adanya itu, cuma suara kucingnya itu. Kalau korban itu dia jemaat gereja ini,” ucap ibu Boru Sitanggang yang juga dibenarkan oleh warga lainnya, si Zebua.

5. Pendeta Sembiring beranjak pergi

Menurut Ibu Sitanggang, tak lama setelah menjawab pertanyaan mereka itu si Pendeta pun beranjak keluar gereja dan langsung pergi menaiki sepeda motornya.

6. Korban ditemukan oleh Tetti Silaban

Karena penasaran, warga bernama Tetti Boru Silaban berusaha melompat pagar untuk memastikan apa yang terjadi di dalam komplek gereja.

Di kamar mandi Rosalia sudah ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

“Jadi curiga juga dia (Tetti), baru dilihatnyalah ke dalam. Engak lama, menjerit dia.”

“Kami dengar, dan dibilangnya sudah mati. Saat itulah kami ikut melihat, cuma dari jauh saja.”

“Enggak berani dekat-dekat kepalanya itu kami lihat sudah berdarah,” kata Boru Sitanggang.

7. Kapolres turun ke lokasi

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Ia datang melakukan pengecekan di dampingi Kasat Reskrim Polres, AKP Ruzi Gusman dan AKP Budiono.

Saat itu pintu gerbang gereja tampak dijaga ketat oleh petugas kepolisian.Gereja sudah tampak dikelilingi dengan garis polisi.

Usai melakukan peninjauan langsung Kapolres pun belum bersedia berkomentar banyak.

“Saya belum bisa komentar dulu lah. Saat ini masih kita periksa saksi-saksi. Belum tahu kita siapa pelakunya. Korban tewas di dalam kamar mandi dengan luka dibagian kepalanya,”ucap Eddy.