Mantap! Lembaga Adat Budaya Karo Resmi Terbentuk, Ini Tanggapan Bupati Karo

Mantap! Lembaga Adat Budaya Karo Resmi Terbentuk, Ini Tanggapan Bupati Karo

Bupati Karo Apresiasi Lembaga Adat Budaya Karo (Foto: Istimewa)

Sipayo.com – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH apresiasi berdirinya Lembaga Adat Budaya Karo (Lakonta) guna menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Karo dalam lingkup Merga Silima, Rakut Sitelu tutur siwaluh, Perkadekaden sepuluh dua tambah sada.

Terkelin Brahmana juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para tokoh adat yang juga telah sepakat membentuk Lembaga Adat Budaya Karo (Lakonta), Jumat (8/6/2018). Hal itu diungkapkan Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi lahan bakal kantor Lembaga Budaya Adat Karo di samping gedung DPRD Karo Kabanjahe.

Menurut Bupati, dengan pembentukan Lakonta memberikan sinyal tentang sebuah lembaran baru dalam memahami keberadaan adat ditengah masyarakat yang semakin majemuk. Hal ini tentunya bertujuan untuk bisa mewadahi masyarakat, pemangku adat dan budaya di Tanah Karo.

“Dengan adanya lembaga adat budaya Karo ini, nantinya memiliki tugas menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Karo dalam lingkup Merga silima, Rakut Sitelu tutur Siwalu dan Perkaden Kaden Sepuluh Dua Tambah Sada,” ujarnya.

Tentunya sebagai pemerintah daerah, lebih lanjut dikatakannya, kita patut mengapresiasi dan mendukungnya. Sebab, selama ini belum ada lembaga adat budaya yang berdiri secara permanen di Kabupaten Karo. Jadi komitmen Pemkab Karo selalu exist dengan terbentuknya Lembaga Adat Budaya Karo yang rencananya akan di deklarasikan di Open Stage Berastagi Juni 2018 ini.

”Mudah-mudahan dan kita doakan lembaga ini akan menjadi kebanggaan Suku Karo khususnya yang berdomisili di Karo. Keberadaannya menjadi tolak ukur setiap permasalahan yang ada terkait adat istiadat. Sudah ada dan dapat dijadikan tempat bertanya dan berdiskusi mencari keputusan yang baik secara bersama. Menurut saya program ini sudah bagus,” ucap Bupati.

Sementara panitia Lembaga Adat Budaya Karo, Sarjani Tarigan mengatakan program pembentukan lembaga tersebut sengaja dibentuk. Guna sebagai wadah dan tempat berdiskusi atau musyawarah yang baik (arih-arih muat simehuli).

“Sebagai ketua nantinya saya sendiri, Ketua 1 Malem Ukur Ginting, Bendahara Sumiyati Br Surbakti, Sekretaris Drs Kenan Ginting,” terang Sarjani.

Menanggapi akan dukungan Bupati, Malem Ukur Ginting menyampaikan terimakasih kepada Bupati atas kepedulian dan dukungannya serta berkomitmen mengangkat derajat martabat Budaya Karo dengan menyediakan kantor Sekretariat.

“Setelah dilantik, kami akan konsolidasi dan akan membenahi kantor sekretariat sesuai petunjuk. Begitu juga akan berkoordinasi dengan Bagian untuk perehaban terkait apa-apa saja yang dibutuhkan,” ujarnya.