PDIP Turut Dukung Polri Terbitkan SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq

PDIP Turut Dukung Polri Terbitkan SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq

Foto: Erwin Moeslimin Singajuru

Sipayo.com – Soal penerbitan SP3 kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq Syihab kini dikomentari politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru. Erwin menjelaskan, dalam perspektif hukum, SP3 itu bisa diterbitkan dalam situasi yang meragukan.

Terlebih lagi, polisi telah menyatakan bahwa kasus dugaan chat mesum tidak cukup bukti untuk diproses hukum lebih lanjut. Maka, kata dia, sesuai Pasal 109-110 KUHAP, SP3 itu dapat dibenarkan.

“Pidana indubio proreo artinya dalam situasi yang meragukan maka yang harus dipilih adalah keputusan yang menguntungkan terdakwa atau tersangka, karena itu satu saja unsur dalam perbuatan pidana tidak terbukti, maka proses harus dihentikan,” ucap Erwin, Senin (18/6).

Untuk itu, masyarakat harus bisa menerima SP3 kasus Rizieq dan jangan berspekulasi bahwa SP3 ini disebabkan karena tekanan publik. Erwin menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang telah berhasil mendinginkan situasi.

“Pak Kapolri telah menjadikan sesuatu yang bagai bola panas lalu didinginkan di tangan Kapolri, terhadap keputusan ini seyogyanya masyarakat harus menerima karena polisi juga tidak bisa memaksakan kasus hanya karena pertimbangan tekanan publik,” ucap anggota DPR ini.

“Selamat Pak Kapolri, keputusan cerdas tapi berani, maju terus bravo Polri. Semoga Allah SWT selalu melindungi Jenderal Tito Karnavian dalam setiap langkah,” pungkasnya.

Rizieq ditetapkan tersangka pada 29 Mei 2017, setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara. Rizieq dikenai Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29, Pasal 6 juncto Pasal 32, dan Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Namun, kasus ini kemudian mengalami tarik ulur setelah Rizieq dan para pendukungnya membela diri dan merasa dikriminalisasi oleh aparat penegak hukum. Rizieq dan tim pembelanya menegaskan chat itu adalah rekayasa.