Romahurmuziy Pastikan Komitmen PPP Menangkan Djarot Sihar dalam Pilgub Sumut

Romahurmuziy Pastikan Komitmen PPP Menangkan Djarot Sihar dalam Pilgub Sumut

Sipayo.com – Menjelang masa-masa akhir kampanye  Pemilihan Gubernur Sumatera Utara,  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menegaskan komitmen  PPP untuk memenangkan pasangan calon Gubernur Sumatera Utara nomor 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Menurut pria yang akrab dipanggil Romy ini kedatangan ke Kota Meda selain melaunching dan melantik Gerakan Nasional Wakaf Qu’ran juga melakukan konsolidasi internal untuk pemenangan Djarot-Sihar jelang pemilihan Gubernur Sumatra utara pada 27 Juni mendatang.

“Kami semakin optimis insya Allah,di mana angka-angka yang ada pada kami semakin meyakinkan dan sempurna, Insya Allah PPP menjadi penentu akhir kemenangan Djoss di 27 Juni nanti,” katanya, Jumat (8/6/2018), usai melantik pengurus GNWQ periode 2018-2023.

“Bulan Ramadan ini merupakan bulannya PPP  di mana kondisi Sumut semakin kondusif, dan menjadi komitmen kami menjaga keberagaman ang seiring dengan komitmen pasangan Djarot-Sihar,” ungkapnya.

Terkait dinamika yang terjadi pada awal-awal pencalonan, Romy mengaku hal tersebut merupakan dinamika dan proses yang harus dilewati oleh partainya. “Dinamika itu telah kami selesaikan dengan sempurna, paripurna dan kami juga akan all out untuk pemenangan Djarot-Sihar ke depan,” katanya.

Usai menjelaskan komitemen PPP dalam memenangkan pasangan Djarot-SIhar, Romy juga menjelaskan  situasi perpolitikan nasional jelang tahun politik 2019 mendatang. Ia mengaku setiap seminggu sekali menghadap presiden guna mengevaluasi partai yang ada di dalam pemerintahan.

“Bila sekarang sudah lima partai yang merapat, maka tinggal tiga lagi yang saya yakini akan merapat juga yakni PKB,PAN dan Demokrat,” ungkapnya.

Terkait PKB misalnya,Romy menjelaskan  Sang Ketua Umum Muhaimin Iskandar yang mengisyaratkan menjadi cawapres Joko Widodo.

“Bila nanti Cak Imin tidak menjadi wapres, saya yakin PKB tidak akan kemana-mana,” katanua.

Terkait masalah cawapres, menurut Romy belum ada pembahasan terkait nama-nama yang akan bersanding dengan Presiden Jokowi.

“Kami akan membahasnya setelah pilkada ini, bila nama-nama yang beredar sama maka akan diadakan pertemuan bilateral dengan para ketua umum dan mengkomunikasikannya. Bila ada nama berbeda maka akan juga dibicarakan dengan para Ketua Umum, lalu diputuskan,” ungkapnya.