Wow! Ternyata Segini Perkiraan Jumlah Modal Kampanye Untuk Anggota DPR RI

Wow! Ternyata Segini Perkiraan Jumlah Modal Kampanye Untuk Anggota DPR RI

Foto: Gedung DPR RI

Sipayo.com – Dalam rangka mengikuti calon anggota DPR RI 2019 mendatang, Idris Laena menuturkan, ia tidak bisa memastikan jumlah dana yang digunakan dalam berkampanye.

Namun demikian, anggota DPR RI ini memperkirakan kisaran anggaran Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar yang dibutuhkan untuk anggaran kampanye pada tahun 2019 mendatang.

“Untuk anggaran kampanye itu relatif, setiap caleg tidak bisa diratakan jumlahnya. Saya misalnya, ada kegiaatan di Pekanbaru, sehingga tidak murni untuk biaya kampanye. Tidak bisa dihitung secara pasti angkanya, kadang ketemu masyarakat ngobrol saja, ada yang dibiayai partai kegiatannya,” kata Idris Laena kepada wartawan.

Idris Laena juga mengakui, bahwa yang membuat mahal anggaran kampanye adalah biaya transportasi, karena wilayah Riau secara geografis sebagian sulit dijangkau.

Ada sebagian yang harus menggunakan kendaraan perairan.

“Untuk kisaran sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar, itu sudah cukup. Walau tidak satu dua daerah yang akan dikunjungi, tapi kadang kita juga terbantu dengan partai, dan juga karena sudah dikenal masyarakat sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Riau lainnya, Masnur berencana akan maju memperebutkan kursi DPR RI pada tahun 2019 mendatang.

Namun ia mengaku tidak bisa memperkirakan jumlah anggaran yang akan digunakan nantinya dalam masa kampanye.

“Kalau menurut saya untuk maju tersebut modal yang lebih penting adalah investasi politik yang kita lakukan dengan masyarakat. Kemudian bagaimana memberikan gambaran kepada masyarakat, misalnya seperti saya, yang sudah dua periode di kabupaten dan dua periode di DPRD provinsi,” kata Masnur kepada wartawan.

Selain itu, menurut Masnur, sebagai pengurus partai, dirinya juga banyak diuntungkan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena kader Golkar lain yang akan maju akan ikut membantu mensosialisasikan di daerah masing-masing.

“Selain itu, inilah untungnya Pilkada sekarang, saya turun berkampanye dengan Bang Andi Rachman (calon Gubernur Riau nomor urut 4), ini multiplayer effect-nya, sehingga saya tak perlu gunakan biaya untuk turun. Kita harus bisa memanfaatkan jaringan partai, keluarga, dan juga persahabatan. Kalau tanpa jaringan atau mulai dari nol, itu tentu harus ada modal finansial yang banyak. Kalau saya lebih punya banyak modal jaringan dan investasi politik sebelumnya. Kalau modal finansial yang banyak saya tidak punya,” ulasnya.

Perhelatan demokrasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 semakin dekat. Sejumlah bakal calon legislatif (bacaleg) sudah mempersiapkan diri.

Termasuk kekuatan finansial untuk membiayai berbagai kegiatan sosialisasi dan kampanye.

Sesuai jadwal, pendaftaran sebagai calon anggota legislatif (caleg), baik DPR maupun DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 akan berlangsung.

Sejumlah bakal caleg (bacaleg) yang hendak duduk di DPRD, mengaku telah mempersiapkan diri guna mengikuti Pileg 2019. Termasuk modal finansial untuk melakukan kampanye.

Para bacaleg petahana, yang kini masih duduk sebagai anggota DPRD menyebut, nominal rupiah yang diperlukan sebagai modal kampanye berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Hal itu bercermin dari modal yang dikeluarkan saat mengikuti Pileg 2014 lalu.

Namun demikian, mereka meyakini, modal untuk kampanye pada Pileg 2019 tidak akan jauh lebih besar walau masa kampanye yang lebih panjang, dibanding Pileg sebelumnya.

Sebagai petahana mereka mengaku sudah cukup modal sosial, banyak bergaul dan dikenal oleh masyarakat.

Sumber: Tribun