Begini Cerita Unik Terpilihnya Si Kembar Bagas dan Bagus di Timnas U-16

Begini Cerita Unik Terpilihnya Si Kembar Bagas dan Bagus di Timnas U-16

Sipayo.com – Sosok pemain Tim Nasional (Timnas) Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi yang sedang mengikuti Piala AFF U-16 2018 tengah menjadi sorotan beberapa pecinta sepak bola Tanah Air.

Terpilihnya keduanya sebagai pemain Timnas U-16 juga tergolong unik. Ada cerita menarik dibalik terpilihnya Bagas dan Bagus dalam skuat Garuda Muda. Sebenarnya mereka sama-sama berposisi striker. Namun saat mengikuti seleksi di Subang Bagus menjadi bek kiri sedangkan Bagas tetap di posisi striker.

Kemudian saat Bagas mengikuti seleksi di Jogjakarta karena Bagus tidak ikut dan pelatih Timnas Fakhri Husaini mengira dia Bagus, Bagas diposisikan sebagai bek. Dan saat masuk 55 besar. Nama mereka masuk dalam daftar tersebut. Namun posisi mereka tertukar.

”Saya salah pilih, Bagus seharusnya di belakang, sedangkan Bagas striker. Akhirnya di latihan sampai sekarang Bagus di striker,” ucap pelatih asal Aceh itu.

Itu tak lain karena wajah keduanya yang sangat mirip. Bahkan sampai sekarang, meskipun gaya rambut keduanya sudah berbeda. Fakhri Husaini masih sulit membedakan. Padahal jika diperhatikan Bagas lebih tinggi dari Bagus. Bagas juga mempunyai bekas jahitan di dekat matanya.

”Pokoknya saya manggil Bagus saja. Kalau saya butuh Bagas saya tetap panggil Bagus. Kalau yang nggak noleh ya berarti dia Bagas,” ucapnya.

”Rencananya saya suruh salah satu dari mereka rebonding biar gampang bedain,” gurau pria berusia 53 tahun tiu.

Meski berawal dari keliru menaruh posisi, diakui Fakhri dia sangat beruntung mendapatkan dua saudara kembar asal Magelang itu. Bagi Fakhri dia seperti mempunyai lima pemain.

Sebab selain sebagai bek, Bagas bisa menjadi sayap kanan dan striker. Sedangkan Bagus bisa di posisi sayap dan striker.

”Mereka salah satu pemain potensial yang dimiliki Indonesia. Saya berharap mereka bisa berkembang terus,” tutur Fakhri.

Bagas mengaku bangga bisa memperkuat Timnas bersama saudara kembarnya. Dia mengakui sering bertengkar dengan Bagus. Bahkan saat di lapangan apabila salah satu mereka melakukan kesalahan kadang terjadi adu mulut.

”Kadang berantem di lapangan perkataan aja kalau lagi salah umpan atau apa. Tapi kalau sudah ya sudah, nggak samapai berlarut,” ucap pemain bernomor punggung dua itu.