Geger Video Bonceng Jenazah di Jambi, Begini Penjelasan Pihak Polisi

Geger Video Bonceng Jenazah di Jambi, Begini Penjelasan Pihak Polisi

Foto: Pihak Polisi Terkejut saat Menyetop Pengendara Bermotor Berbonceng Tiga yang Membawa Mayat

Sipayo.com – Warganet tiba-tiba saja dihebohkan dengan dua video singkat yang memperlihatkan pengendara bermotor tengah bonceng jenazah. Diketahui, video tersebut diunggah oleh akun Instagram Krishna Murti, seorang perwira tinggi Polri yang sejak 22 Juli 2016 lalu mengemban amanat sebagai Karomisinter Divhubinter Polri.

Dalam akun Instagramnya, Krishna Murti memberikan sebuah penjelasan panjang mengenai penemuan mengejutkan mobil patroli di sebuah daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi tersebut. Di bawah ini adalah penjelasan Krishna Murti soal motor bonceng jenazah di akun Instagramnya @krishnamurti_bd91.

 

Kasat Lantas Polres Tanjabtim, AKP Tezmirizal saat dihubungi, Selasa (24/7/2018) menjelaskan, awalnya petugas kepolisian tengah melintas untuk berpatroli di sekitar kawasan Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjabtim, Jambi. “Jadi awalnya tidak sengaja. Mereka minta tolong saat kebetulan kami tengah patroli,” kata Tezmirizal.

Menurut Tezmirizal peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 23 Juli 2018, sekitar pukul 11.00 WIB. Salah satu pengendara motor tersebut menjelaskan bahwa pada awalnya mereka berangkat dari daerah Simpang Kiri hendak menuju Kuala Jambi yang berjarak sekitar 60 kilometer.

Saat berangkat, mereka menggunakan dua sepeda motor. Namun, di tengah perjalanan, salah satu penumpang mengaku sakit di bagian perut. Karena ada yang sakit, akhirnya diputuskan untuk dibonceng tiga, hingga akhirnya korban meninggal dunia di perjalanan.

Sebelum meninggal, jenazah yang belum diketahui identitasnya itu awalnya tengah bertandang ke rumah saudaranya di daerah Simpang Kiri dan minta diantar ke rumahnya di Kuala Jambi. “Awalnya, mereka membawa dua motor, jadi bukan langsung bonceng tiga. Namun, karena satu sakit dan diduga meninggal, akhirnya jadi bonceng tiga, yang di tengah itu (yang meninggal),” Tezmirizal menjelaskan.