Kapolda Sumut Minta Masyarakat Bentuk Gugus Tugas Untuk Mengantisipasi Peredaran Narkoba

Kapolda Sumut Minta Masyarakat Bentuk Gugus Tugas Untuk Mengantisipasi  Peredaran Narkoba

Foto : Pemusnahan Barang Bukti yang Dilakukan Kapolda Sumut

Sipayo.com – Polda Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw melakukan pemusnahan barang bukti narkoba yang berhasil ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Sumatera selama sebulan terakhir.

Dalam pemusnahan ini, sebanyak 66,47 narkoba jenis sabu dan 300 pil ekstasi yang merupakan penangkapan jaringan internasional Malaysia-Aceh serta 252 KG yang ditangkap oleh Polres Langkat.

“Ini merupakan penangkapan dari bulan juni hingga bulan juli,” ujar Irjen Pol Paulus Waterpauw, Selasa (31/7/2018).

Kapolda juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa prihatin dengan maraknya peredaran narkoba yang di Sumatera Utara ditengah ketegasan aparat dalam menindak para pelaku narkoba.

“Dibalik ketegasan kami dalam menindak para pelaku narkoba jaringan internasional ini, pasar tampaknya  menjadi jawaban dari maraknya peredaran narkoba,” lanjut Paulus.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa mereka masih menemukan bungkusan yang diduga dijadikan tempat narkoba seperti sabu, ganja, dan juga ekstasi ,” lanjutnya Paulus.

Untuk itu, Paulus mendorong agar masyarakat ikut terlibat dalama upaya menghambat dan penumpasan peredaran gelap narkoba ini.

“Salah satu upaya yang bisa dilakukam oleh masyarakat adalah dengan membuat satuan gugus tugas untuk  mengantisipasi peredaran narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa gugus tugas ini nantinya berfungsi untuk melakukan pengamanan di daerah masing-masing khususnya untuk membatasi masuknya warga lain yang tidak dikenali ke wilayah ini.

” Gugus tugas ini nantinya dibawah komando kepala lingkungan,” ungkap Paulus.

Paulus juga meminta agar secara terstruktur dari pemerintah bersama dengan tokoh masyarakat beserta dengan aparat hukum terus menjalin komunikasi untuk menghempang peredaran narkoba khususnya menangani korban penyalahgunaan narkoba.

Paulus juga mengungkapkan bahwa dalam penangkapam ini total uang yang bisa dihasilkan diprediksi mencapai 66 miliar rupiah serta berhasil menyelamatkan 664.780 anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.