Miris! Siswi SMK Swasta di Semarang Mengaku Dipukuli dan Dipaksa Hubungan Intim di Toilet Sekolah

Miris! Siswi SMK Swasta di Semarang Mengaku Dipukuli dan Dipaksa Hubungan Intim di Toilet Sekolah

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Seorang siswa SMK swasta di Kota Semarang dilaporkan ayah siswi yang berinisial C yang berusia 14 tahun ke polisi karena diduga melakukan tindakan cabul di toilet sekolah.

Pelapor adalah CG (45) yang merupakan ayah dari siswi C. CG melaporkan siswa pria berinisial RSG (17) karena ia menduga pelajar tersebut telah memaksa anaknya untuk melakukan hubungan intim.

Pelaporannya telah dilaksanakan pada hari Rabu (18/7/2018) lalu. CG mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang sekitar pukul 09.00. Ia memaparkan peristiwa menyedihkan yang menimpa anakya pada Februari 2018.

“Kejadiannya bermula ketika di sekolah anak saya diajak oleh pelaku ke toilet untuk melakukan hubungan badan. Anak saya menolak namun dipaksa dengan ancaman dan pukulan,” terang CG kepada petugas kepolisian.

Menurutnya perilaku kasar tersebut terlihat dari beberapa luka-luka yang dialami anaknya. Setelah kejadian itu C mengalami luka memar pada bagian lehernya.

“Tidak hanya itu, anak saya juga takut dan trauma karena mendapat perlakuan kasar, ancaman dan paksaan tersebut,” imbuh CG.

CG melaporkan siswa pria berinisial RSG (17) karena ia menduga pelajar tersebut telah memaksa anaknya untuk melakukan hubungan intim. Pelaporannya telah dilaksanakan pada hari Rabu (18/7/2018) lalu.

CG mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang sekitar pukul 09.00. Ia memaparkan peristiwa menyedihkan yang menimpa anakya pada Februari 2018.

“Kejadiannya bermula ketika di sekolah anak saya diajak oleh pelaku ke toilet untuk melakukan hubungan badan. Anak saya menolak namun dipaksa dengan ancaman dan pukulan,” terang CG kepada petugas kepolisian.

Menurutnya perilaku kasar tersebut terlihat dari beberapa luka-luka yang dialami anaknya. Setelah kejadian itu C mengalami luka memar pada bagian lehernya.

“Tidak hanya itu, anak saya juga takut dan trauma karena mendapat perlakuan kasar, ancaman dan paksaan tersebut,” imbuh CG.

Peristiwa yang pertama terjadi pada bulan November tahun lalu. Kejadian itu menjadi modal RSG untuk mengancam dengan cara menyebarluaskan bahwa C sudah tidak lagi perawan saat ia melancarkan aksi ke dua.

Dari laporan polisi disebut memang korban mengalami kerugian luka memar, trauma, dan hilang keperawanan. Kasus tersebut kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang.

“Sementara dugaannya adalah pencabulan anak di bawah umur, dan persetubuhan anak di bawah umur, karena kedua pelaku masih berusia di bawah 18 tahun,” imbuh Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifriyanto.

Kini penyidiknya akan memanggil terlapor dan saksi-saksi lain untuk menyelesaikan kasus tersebut. Saat ini saksi sudah didapat dari rekan sekolah dan Satpam sekolah.