Polres Karo Tangkap Pengedar Sabu di Kabanjahe

Polres Karo Tangkap Pengedar Sabu di Kabanjahe

Sipayo.com – Satuan Narkoba Polres Tanah Karo tangkap pengedar sabu – sabu di Desa Samura, Gang Teluk Bayu, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa (3/7/2018). Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sabu – sabu seberat 10,84 gram.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP Sopar Budiman kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya mengatakan, pengungkapan tersangka atas nama ANG berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat bahwa di Desa Samura Gg. Teluk Bayu No. 3 Kec. Kabanjahe Kabupaten Karo, tepatnya di dalam rumah kos ANG kerap dilakukan transaksi narkotika.

Lebih lanjut disampaikan, tersangka ANG yang merupakan residivis kasus narkoba dan belum lama keluar dari penjara tersebut, ketika diintai personil Sat Narkoba Polres Karo sekira pukul 11.00 Wib tampak sedang keluar dari rumah kos miliknya dan langsung meletakkan 1 paket sabu kebawah tanah dan menginjaknya.

Petugas pun langsung menangkap tersangka dan dilakukan pengecekan kedalam rumah kosnya. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 4 (empat) paket sabu dibalut dengan sepotong plastik warna hitam yang dibungkus dengan 1 potong kertas putih, 1 (satu) bal plastik klip warna bening tembus pandang dalam keadaan kosong, 1 (satu) buah timbangan warna silver merk Constant dan 1 (satu) buah sekop yang berada didalam 1 lembar plastik warna biru, 1 unit telpon seluler merk samsung dan uang tunai sebesar 2 juta rupiah.

Dari hasil temuan tersebut tersangka ANG beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Tanah Karo.

“Sesuai dengan undang – undang Narkotika, tersangka dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Saat ini kita sedang melakukan pengembangan terhadap tersangka untuk pengungkapan jaringan diatasnya,” ujar Sopar Budiman.

Sementara itu, dari keterangan tersangka ANG kepada sejumlah wartawan, narkoba jenis sabu sabu diperolehnya dari LP Tanjung Gusta Medan sebanyak 3 sak dimana persaknya berisi 5 gram. Bapak tiga anak ini mengaku menjual narkoba karena tidak tau bekerja apa setelah keluar dari penjara pada bulan Mei 2018 lalu. (Ebn)