Terkait Pengembangan Kasus Suap PLTU Riau-1, Idrus Marham Diperiksa KPK

Terkait Pengembangan Kasus Suap PLTU Riau-1, Idrus Marham Diperiksa KPK

Sipayo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penangkapan terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih di rumah dinas Idrus Marham, Jalan Widya Chandra, Jumat (13/7/2018) lalu. Saat itu Eni sedang menghadiri acara ulang tahun anak Idrus Marham.

Eni Maulani Saragih sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan proyek PLTU Riau-1. Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama bos Blackgold Nature Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo.

Dalam kasus tersebut Eni diduga telah menerima uang sebesar Rp500 juta yang merupakan bagian dari komitmen fee sebesar 2,5 persen dari nilai proyek terkait kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh Johanes Kotjo melalui keluarga serta staf Eni.

Uang Rp500 juta itu merupakan pemberian keempat dari Johannes Kotjo. Sebelumnya Johannes telah memberikan uang suap sebesar Rp2 miliar pada Desember 2017; Rp2 miliar pada Maret 2018; dan Rp300 juta pada Juni 2018.

Uang suap tersebut diduga untuk memuluskan proses penandatangan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Eni Maulana Saragih bersama sejumlah pihak telah menerima uang suap sekira Rp4,8 miliar.

Untuk mendalami kasus suap PLTU Riau-1 yang tengah bergulir, kini Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Menteri Sosial Idrus Marham hari ini.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pemeriksaan terhadap Idrus Marham berkaitan dengan pengembangan kasus yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

“Yang jelas kan kita tidak akan panggil orang kalau tidak langsung terhadap pengembangan kasus itu ya. Kira-kira itu saja ya,” kata Saut kepada wartawan terkait pemeriksaan Idrus Marham pada hari ini, Kamis (19/7/2018).

Saut mengakui bahwa tim penyidik akan mengklarifikasi sejumlah hal kepada Idrus Marham yang berkaitan dengan Eni Saragih. Salah satunya yakni mengenai pengangkatan Eni Saragih menjadi wakil ketua Komisi VII DPR RI.

“Justru itu (rekomendasi jabatan Eni di DPR) nanti yang akan diklarifikasi, ya, gitu ya,” singkatnya.