Warga Berastagi dan Merdeka Keluhkan Distribusi Air Bersih

Warga Berastagi dan Merdeka Keluhkan Distribusi Air Bersih

Sipayo.com – Warga kota wisata Berastagi yang bermukim di sekitar jalan Kenanga dan jalan Kejora, serta warga jalan Kolam dan kawasan wisata Bukit Gundaling Kecamatan Merdeka, mengeluhkan pendistribusian air bersih ke rumahnya, karena kedatangan air bersih mengganggu jam istirahat penduduk.

Selain penduduk, pemilik usaha penginapan dan hotel juga mengeluhkan hal yang sama. Karena di saat para tamu penginapan membutuhkan air bersih untuk mandi pada pagi, siang dan sore hari, air bersih tersebut tidak kunjung datang.

Solusianya, pengusaha penginapan dan sebagaian warga terpaksa membeli air bersih dari dorsemer sebagai pengganti air yang dibutuhkan. Begitupula terhadap penginapan hotel yang berkelas Internasional juga harus membeli air bersih untuk kebutuhan fasilitas kolam renang.

Bahkan untuk kebutuhan ini, perhotelan tidak tanggung-tanggung memesan air bersih ke dorsemer karena pendistribusian air bersih dari PDAM Tirtanadi Cabang Berastagi ke hotel tersebut, tidak maksimal.

Iwan Sitepu (29) penduduk jalan Kolam dan Reza Pinem (27) penduduk jalan Kejora , Senin (2/7) secara terpisah menyebutkan kedatangan air ke rumah mereka hanya terjadi pada malam hingga pagi hari dan terkadang hanya pada malam hari saja.

“Situasi ini sudah berlangsung hampir satu tahun. Bahkan pada saat hari pertama lebaran, keluarga harus numpang mandi di Masjid Jalan Kolam, karena air bersih tidak datang ke rumah-rumah penduduk,” ujar Iwan.

Berbeda dengan Riza Pinem penduduk jalan Kejora Berastagi. Ia mengaku kedatangan air kerumahnya dua kali dalam satu hari, yakni pagi dan malam hari. “Mungkin karena jarak rumah dan kantor PDAM Cab. Berastagi tidak terlalu jauh, sehingga airnya datang sore dan malam hari,” sebutnya.

Ningsih Sukma 46 yang bermukim di jalan Kenanga Berastagi, juga mengeluhkan tentang kedatangan air bersih, karena kedatang air bersih ke lokasi penginapanya hanya pada tengah malam sehingga menggu istirahatnya.

Untuk menyuci seperai dan kain kotor, Ningsih Sukma harus bangun tengah malam, karena pada saat itu air bersih datang ke rumahnya, padahal saat malam telah tiba waktu itu seharusnya digunakan untuk istirahat.

Pihak PDAM Tirtanadi Cabang Berastagi yang hendak dikonfirmasi, tidak berada di kantornya dan menurut oknum pegawai pengecek meteran air, pimpinannya sedang tidak ada di kantor.