BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan yang Ditimbulkan Gempa 5,8 SR di Yogykarta

BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan yang Ditimbulkan Gempa 5,8 SR di Yogykarta

Foto: Ilustrasi Gempa

Sipayo.com – Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat Gempa bumi berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Yogyakarta pada Rabu (29/8) dini hari sekitar pukul 01.36 WIB. Pusat gempa besfs di laut dengan jarak 114 km arah selatan Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, dengan kedalaman 62 km, DIY tidak berpotensi terjadi tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Dareah Istimewa Yogyakarta Biwara Yuswanatra menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan bahwa tak ada kerusakan rumah maupun fasilitas umum akibat gempa. Saat ini, kondisi juga aman terkendali, meski sejumlah warga sempat panik saat gempa terjadi.

“Sampai saat ini jam tidak ada laporan kerusakan. Mandali (aman terkendali) kalau ada perkembangan nanti di-update,” ucap Biwara saat dihubungi, Rabu (29/8).

Sementara itu, Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan, gempa terasa merata hampir di seluruh wilayah Gunungkidul. Gempa juga sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

“Sementara ini dari laporan teman-teman baik yang di pesisir di pinggir pantai, (daerah) Patuk maupun Gedangsari tidak ada kerusakan. Hanya tadi malam masyarakat sempat kaget dan banyak yang keluar rumah. Kerusakan nihil,” jelas Edy.

BPBD Gunungkidul juga terus mengantisipasi dengan terus memantau alat pendeteksi gempa di Pusdalops. Alat tersebut terhubung dengan BMKG, sehingga jika terjadi gempa maka informasi akan cepat diterima.

“Kita di Pusdalops ada alat. Kalau ada gempa lebih dari 5 magnitudo, alat itu otomatis mengeluarkan peringatan informasi dari BMKG. Kemudian kami koordinasi dengan teman-teman di lapangan dan desa. Tapi sampai pagi ini tidak ada laporan kerusakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyebut gempa yang terjadi tak berpotensi tsunami. Guncangan
gempa dirasakan di daerah Bantul, Yogyakarta, Karanganyar, dan Karang Kates dalam skala intensitas MMI II dan III.

Sementara di Purworejo, Trenggalek dan Wonogiri, intensitas guncangan gempa berada pada skala MMI I dan II, begitu pula dengan kawasan Sawahan, Banjarnegara dan Magelang.