Orang Terkaya di Indonesia Ini Menjadi Atlet di Asian Games 2018

Orang Terkaya di Indonesia Ini Menjadi Atlet di Asian Games 2018
Foto : Bambang Hartono
Sipayo.com – Pembukaan Asian Games 2018 tinggal tujuh hari lagi. Namun begitu, beberapa pertandingan cabang olahraga sudah dimulai, salah satunya sepak bola.

Namun, ada sosok menarik di tengah perhelatan Asian Games edisi kali ini. Yaitu hadirnya salah satu orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes, Bambang Hartono dalam deretan atlet tim nasional untuk cabang olahraga brigde.

Bambang yang juga menjadi atlet tertua asal Indonesia dengan usia 78 tahun, merupakan salah satu dari 24 atlet bridge yang ditargetkan mendulang dua medali emas.

Pria kelahiran 10 Februari 1939 itu akan turun di cabang olahraga Bridge pada nomor supermixed team berpasangan dengan Bert Toar Polii.

Menurut Ketua PB GABSI, Eka Wahyu Kasih, Bambang Hartono sudah menekuni olahraga bridge sejak usia 6 tahun. Artinya, taipan pemilik Djarum Group itu telah menggeluti Bridge selama 70 tahun lebih.

“Pak Bambang cerita menggeluti bridge, pertama karena hobi. Kedua permainan bridge itu bisa membuat dia melakukan aktifitas dalam dunia bisnis juga, jadi lebih baik,” kata Eka Wahyu kepada wartawan, Minggu (12/8/2018) malam WIB.

Untuk menjaga kebugaran dan pikiran, kata Eka Wahyu, Bambang Hartono punya kiat tersendiri. Bambang rutin berlatih Tai Chi dan tenaga dalam agar bisa tetap bugar dan berkonsentrasi.

“Kalau pak Bambang ada latihan Tai Chi, tenaga dalam. Kalau yang lain itu jalan pagi. Kalau yang lebih muda senam kebugaran, itu semua kami lakukan (demi menjaga kebugaran dan tingkat konsentrasi),” jelas Eka Wahyu Kasih.

Eka Wahyu menyebut saat menjalani pelatnas timnas bridge, Bambang Hartono tak sedikitpun mendapat kesitimewaan.

Meski punya predikat mentereng sebagai orang terkaya di Indonesia, dan menduduki peringkat 75 Dunia versi Majalah Forbes, Bambang dinilai bersikap profesional karena punya tujuan yang sama dengan federasi, yakni meraih medali emas demi Indonesia.

“Karena ini kan Asian Games. Lawan-lawan nanti juga tak membedakan atau menspesialkan pak Bambang. Karena itu, jika kita, misalnya, biarkan pak Bambang latihan seenaknya dan lain-lain. Kita pasti tak akan bisa menang,” kata Eka Wahyu.

“Jadi semuanya disamakan, karena ini Asian Games untuk Indonesia, kita harus dapat medali emas,” imbuhnya.

Bambang dan rekan-rekannya baru saja kembali ke Tanah Air pada 8 Agustus lalu, usia menggelar try out di Eropa dan Amerika Serikat.

Kini, dirinya dan tim diberi waktu istirahat hingga 15 Agustus, sebelum kembali berlatih lima hari kemudian. Cabang olahraga bridge akan dipertandingkan mulai 21 Agustus hingga 1 September 2018 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta.