Perkara Cerai Meningkat, Narkoba jadi Faktor Utama

Perkara Cerai Meningkat, Narkoba jadi Faktor Utama

Foto: Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat Drs H Bakti Ritonga, SH MH

Sipayo.com – Kasus perceraian di wilayah 3 Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara,Labuhanbatu Selatan pada tahun 2018 menigkat dari tahun sebelumnya.

Hal itu diketahui ketika Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat di wawancarai Sipayo.com diruang kerjanya.

“Belum berakhir tahun 2018 ini,  kasus perceraian mungkin mencapai 1500 orang,sedangkan ditahun 2017 hanya sekitar 1400 orang,”Kata Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat Drs H Bakti Ritonga, SH MH,Kamis (30/8/2018).

Katanya lagi, faktor perceraian bermacam ragam probelema dalam isi gugatan, namun ujung dari akhir cerita hubungan terkait Narkoba.

“Seperti ini contohnya, kadang si istri meminta uang belanja, meski uang ada uang tersebut lebih dipentingkan beli narkoba, karena berkelanjutan sehingga sang istri menggugat, paktor tersebut yang menjadi dominan, “Ujar Bakti.

Dalam kasus perceraian, lanjutnya, kebanyakan yang melakukan gugatan adalah istri kalau lelaki tidak begitu banyak dibanding perempuan.

“Kalau data yang kita punya dari 100 persen mencapai 80 persen wanita yang melakukan gugatan sedangkan sisanya adalah lelaki, “Sebut Bakti.

Ditambahkannya, untuk mengurangi tingkat perceraian hendaknya ada kesadaran masing-masing pihak. Sehingga dengan dasar kesadaran itu mungkin tidak akan terjadi sampai ketingkat pengadilan.

“Utamanya ada kesadaran masing-masing pihak, ditambahkan lagi jika adanya penyuluhan hukum terpadu terhadap masyarakat,”Bilang Bakti.

Selain itu dari data yang kami miliki, berkisar 63 Ribu anak di Labuhanbatu ini tak memiliki akta kelahiran padahal sidang isbat ada kita laksanakan.

“Seperti saya bilang tadi kembali kesadaran masyarakat juga, terkadang setelah perlu baru diurus.Untuk itu kita harapkan kembali masyarakatnya,”Pungkas Bakti. (Abi)