Ganja Akan Dilegalkan di Malaysia untuk Obat

Ganja Akan Dilegalkan di Malaysia untuk Obat
Foto : Ilustrasi
Sipayo.com – Ganja atau mariyuana hampir tak pernah tidak menimbulkan perdebatan, terutama argumen soal legalitasnya untuk digunakan atau tidak. Tak pernah ada kata sepakat apakah tanaman berdaun jari itu termasuk golongan narkotika atau tidak.
Namun di Malaysia, Pemerintahnya tengah melakukan pembicarakan untuk melegalkan ganja menjadi obat. Jika aturan ini dilegalkan maka Malaysia akan menjadi negara Asia pertama yang meluluskan aturan tersebut.

Kabinet telah melakukan pembahasan singkat mengenai nilai medis ganja dalam pertemuan pekan lalu. Pemerintah juga telah mulai melakukan pembicaraan awal dan informal mengenai perlunya melakukan amandemen terhadap undang-undang yang relevan. Hal ini diungkap Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Xavier Jayakumar dalam sebuah wawancara, Selasa (25/9/2018) di Putrajaya.

Saat ini, fokus pembicaraan masih seputar pembatalan hukuman mati kepada seorang pria akibat memiliki, mengolah, dan mendistribusikan minyak ganja sebagai obat. Hukuman ini telah dijatuhkan bulan lalu. Dijatuhkannya hukuman ini telah menimbulkan kemarahan publik.

Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad (93) menyebut bahwa putusan dan hukum mengenai hal ini mesti ditinjau ulang.
Kabinet di Malaysia telah mencapai konsensus untuk membatalkan hukuman terhadap pria penjual minyak ganja itu. Tapi diperkirakan pemerintah akan kesulitan untuk mengumpulkan dukungan dukungan demi melegalkan ganja menjadi obat.

“Akan jadi perjuangan yang berat,” jelas Xavier. “Akan butuh dorongan dan meyakinkan (banyak pihak) terkait topik ini,” ujarnya di kantornya.

“Menurut saya jika mariyuana memang memiliki nilai medis, maka produk ini bisa menjadi obat yang dikendalikan Menteri Kesehatan dan bisa digunakan hanya dengan resep,” jelasnya seperti disebutkan The Strait Times.

Saat ini Kanada menjadi yang pertama untuk mengembangkan ganja sebagai obat. Ganja mulai dilegalkan di Kanda bulan depan. Kebijakan ini telah menciptakan industri dengan nilai US$60 miliar (Rp894,8 triliun). Amerika Serikat dan Jerman mulai mengikuti langkah Kanada terkait hal ini.

Di Asia Tenggara, perdagangan obat terlarang seringkali berbuah hukuman mati. Namun, seringkali tidak dibedakan antara penggunaan ganja dan narkotika lain seperti kokain.

Upaya untuk menjadikan ganja sebagai industri obat tidak dilakukan Malaysia seorang diri. thailand pun tengah membujuk pemerintahan militer di negara itu untuk menyetujui penelitian yang membuktikan bahwa ganja bisa digunakan untuk obat dan dipasarkan.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Malaysia menurut Xavier masih skeptis mengenai nilai medis dari ganja. Sebab, saat inu hasil penelitian mengenai hal itu masih minim.