Makanan dan Minuman Akan Naik 5 Persen Tahun Depan

Makanan dan Minuman Akan Naik 5 Persen Tahun Depan

Foto : Ilustrasi

Sipayo.com – Industri makanan dan minuman ikut terdampak melemahnya rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu rencananya akan ada kenaikan harga sebesar 5 persen pada 2019 mendatang.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebut kenaikan suku bunga acuan berdampak pada mahalnya biaya dana untuk modal kerja. Ditambah lagi, depresiasi nilai tukar rupiah yang memaksa pelaku usaha menelan pil pahit dari penurunan margin.

“Situasi dilematis. Terus terang, kami menaikkan harga juga berat dengan melihat kondisi saat ini,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/9/2018).

Namun demikian, ia memastikan bahwa kenaikan tidak akan dilakukan tahun ini. Ia memprediksi pelaku usaha masih mampu menahan diri untuk menaikkan harga sampai Desember.

“Karena memang agak sulit menaikkan harga di tengah jalan seperti ini. Biasanya kalau mau naik harga, di Januari,” terang dia.

Hal bersamaan juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey. Menurut dia, peritel masih akan menahan harga saat ini, mengingat masih ada ketersediaan pasokan.

Posisi bertahan dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Meskipun, akan memangkas keuntungan yang dikantongi pelaku usaha.

Namun begitu, apabila pasokan baru datang, maka dapat dipastikan peritel juga akan melakukan penyesuaian harga.

“Kami menjaga tidak ada eskalasi harga, supaya inflasi tidak tinggi. Kalau inflasi tinggi membuat rupiahnya dibelanjakan kurang. Kalau memang sudah tidak bisa ada margin, tidak ada jalan lain, maka tentu akan menyesuaikan,” jelasnya.

Apalagi, kenaikan suku bunga acuan akan membuat bank-bank mengerek bunga kredit yang menjadi sumber pendanaan aktivitas usaha ritel.