Renungan Rohani Kristen Protestan: Kita Harus Menjawabnya

Renungan Rohani Kristen Protestan: Kita Harus Menjawabnya
Foto : Surya Nata (Penulis Renungan Rohani Kristen Protestan)
Sipayo.com – Ambilah waktu sejenak untuk membaca artikel yang sederhana ini, karena ini hal ini serius dan menyangkut keselamatan kita.
Setujukah anda bahwa kita sudah berdosa dan layak untuk menerima penghukuman dan masuk dalam api yang kekal. Kejatuhan manusia ke dalam dosa mempunyai implikasi yang luas sekali kepada diri manusia itu sendiri. Ada 3 ( tiga ) aspek sederhana yang akan kita lihat berkenaan dengan akibat dari dosa yang dilakukan oleh manusia.
1. Dalam hubungannya dengan Allah
Dampak yang paling utama berkaitan dengan dosa yang dilakukan oleh manusia adalah dalam hubungannya dengan Allah. Pertama, di mata Allah manusia sudah mati dan akan menuju maut  Roma 3:23 ( Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah)   Pengusiran Adam dan Hawa dari Taman Eden ke luar, merupakan ungkapan geografis dari pemisahan spiritual manusia dari Allah, serta ketidaklayakan untuk menghadap Dia dan menikmati keakraban dengan Dia Kej 3:23 ( Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.)
2. Dalam hubungannya dengan sesamanya
Terputusnya hubungan manusia dengan Allah langsung mempengaruhi hubungan manusia dengan sesamanya. Adam menuduh Hawa dan menyalahkannya sebagai penyebab dosa Kej 3:12 Manusia itu menjawab: (“Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”)
Dosa membuat perpecahan, pemisahan dan pertikaian antara manusia dan sesamanya baik di dalam kelompok masyarakat, agama, sosial, keluarga bahkan gereja. Dosa membuat manusia “mengeksploitasi” sesamanya. Eksploitasi ini dapat dengan jelas kita lihat dalam hubungan antara pria dan wanita. Sejarah mencatat kaum pria telah mendominasi wanita dengan kekerasannya. Wanita digunakan bagi kepentingan egois pria
3. Dalam hubungannya dengan dirinya
Manusia kehilangan arah batin dan hidup dalam sejuta konflik dalam dirinya  Roma 7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.  Pengaruh dosa nyata dalam penipuan diri sendiri. Manusia tidak lagi mampu menilai dirinya dengan benar dan tepat. Dosa telah membuat manusia tidak lagi mampu memandang dirinya sebagai ciptaan Allah yang mulia. Manusia menjadi malu dengan dirinya sendiri, batinnya senantiasa bergejolak mencari arah kehidupan ini. Bahkan terkadang manusia tidak dapat berdamai dengan dirinya sendiri.
Ini adalah kenyataan yang terjadi tetapi Lihat apa yang di perbuat Allah bagi kita
1. KRISTUS MATI UNTUK MENANGGUNG MURKA ALLAH
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!
Oleh sebab itu, dosa bukan perkara kecil, karena dosa bukan melawan pemegang kedaulatan yang kecil. Seriusnya hinaan meningkat sesuai dignitas pihak yang dihina. Sang Pencipta alam semesta seharusnya berhak mendapatkan hormat dan pujian serta loyalitas yang tidak terbatas. Oleh karena itu, kegagalan dalam mengasihi Dia bukanlah perkara yang sepele — ini adalah pengkhianatan. Kegagalan ini mencoreng nama baik Allah dan menghancurkan kebahagiaan manusia.
2. KRISTUS MATI UNTUK MENUNJUKKAN KEKAYAAN KASIH DAN ANUGERAH ALLAH BAGI ORANG BERDOSA
Besarnya kasih Allah kepada kita bisa ditunjukkan melalui dua hal. Pertama, melalui besarnya pengorbanan-Nya untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Kedua, besarnya ketidaklayakan kita dalam mendapatkan keselamatan dari-Nya.
Saya pernah mendengar perkataan, “Tuhan tidak mati untuk kodok. Dia melihat nilai kita sebagai manusia.” Hal ini memperjelas anugerah. Kita lebih buruk daripada kodok. Kodok tidak berdosa. Kodok tidak memberontak dan menghina Allah dalam hidupnya. Tuhan tidak perlu mati untuk kodok. Kodok tidak rusak. Kita yang rusak. Dosa kita begitu besar, hanya pengorbanan Allah yang bisa membayarnya.
3. KRISTUS UNTUK MENUNJUKKAN KASIH-NYA KEPADA KITA
Demikianlah kita seharusnya memahami penderitaan dan kematian Kristus. Semuanya berkaitan dengan diri saya. Semua berkaitan dengan kasih Kristus bagi saya secara pribadi. Dosa sayalah yang telah memutuskan hubungan dengan Tuhan, bukan dosa secara umum. Kekerasan hati dan kebebalan rohani sayalah yang telah merendahkan nilai Kristus. Saya terhilang dan binasa. Dalam hal keselamatan, saya tidak lagi mempunyai klaim atas keadilan. Satu-satunya tindakan yang bisa saya lakukan adalah memohon belas kasihan
Apa yang saya maksudkan? Saya ingin mengatakan bahwa Dia telah membayar harga termahal yang bisa diberikan kepada saya agar bisa memberikan anugerah terbesar kepada saya. Apa itu? Anugerah yang Dia doakan sebelum akhir hidupnya di bumi:  Yohanes 17:24 Ya Bapa, aku mau supaya, di manapun aku berada,  mereka juga berada bersama-sama dengan aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaku, agar mereka memandang kemuliaanku yang telah engkau berikan kepadaku, sebab engkau telah mengasihi aku sebelum dunia dijadikan.
Sebelum saya akhiri izinkan saya mengajukan pertanyaan yang harus kita jawab masing-masing
1. Apakah Dosa saya masih terampuni ?
2. Apakah masih ada harapan bagi saya ?
3. Apakah saya bersedia menerima pengampunan atau menolak nya ?
Hal yang harus anda lakukan sekarang adalah datang kepada Tuhan Yesus Kristus memohon pengampunan menerima-nya sebagai  Juru Slamat pribadi kita dan memulai petulangan hidup  yang baru bersama Dia.
Penulis adalah :Surya Nata Purba
Kordinator kerohanian & bimbingan Konseling
Universitas Quality & Universitas Quality Berastagi
Email : surya.nata002@gmail.com
Hp/Wa : 0812-6487-4950