8 Kecamatan Terendam Banjir di Mandaling Natal

8 Kecamatan Terendam Banjir di Mandaling Natal

Banjir di Madina (Foto: Istimewa)

Sipayo.com – Banjir yang melanda Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (sumut) , Jumat sore (12/10). Pasalnya, jumlah desa yang terkena banjir terus bertambah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Madina, Irwan Nuh, mengatakan terdapat 8 kecamatan yang dilanda banjir dan tanah longsor.

“Kurang lebih ada 8 kecamatan,” jelas Irwan pada kumparan, Sabtu (13/10).

“Yang kena longsor itu Kecamatan Batang Natal, kemudian Kecamatan Lingga Bayu, Kecamatan Ranto Waek, kemudian Natal, Panyabungan Utara, Panyabungan Timur, kemudian Ulu Pungkut, saya tidak ingat lagi,” tambahnya lagi.

Kata Irwan Kabupaten Mandailing Natal diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (10/10). Akibatnya, ketinggian air sungai di wilayah tersebut pun mengalami peningkatan.

“Bermacam-macam, karena semuanya kan bukan satu sungai banyak sekali sungainya, (ketinggian sungai) ada yang 30 cm, ada yang 70 cm, ada yang lebih,” ujar Irwan.

Banjir dan tanah longsor di Mandailing Natal menyebabkan 13 korban meninggal dunia dan 10 korban masih dalam pencarian. Hingga saat ini tim BPBD Madina masih melakukan proses pencarian. Sementara korban yang ditemukan dibawa oleh petugas ke Puskesmas terdekat dan diserahkan kepada keluarga korban.

Selain korban jiwa, Irwan mengatakan banjir dan tanah longsor juga menyebabkan beberapa rumah rusak dan jaringan listrik padam di Mandailing Natal.

“Ini rumah rusak, tapi itupun kita belum tau jumlahnya berapa,” kata Irwan.

“Listrik padam mulai dari pagi sampai tadi malam (12/10), itu seluruh Mandailing Natal padam, mulai dari pagi jam 9 pagi sampai jam 9 malam,” tambahnya lagi.