Alamak! Polisi Bongkar Makam Bayi Untuk Selidiki Perkosaan Berujung Aborsi

Alamak! Polisi Bongkar Makam Bayi Untuk Selidiki Perkosaan Berujung Aborsi

Foto: Polisi Bongkar Makam Bayi

Sipayo.com – Tim forensik RS Bhayangkara Kediri dan Tim Identifikasi Polres Ponorogo membongkar makam janin yang diaborsi oleh MS (35) dan anak tirinya yang berusia 14 tahun. Penyebab kematian janin malang hasil hubungan ayah tiri dan anaknya ini pun diselidiki.

“Pembongkaran mayat janin ini terkait laporan pada 6 Oktober lalu, kami lakukan cek TKP dan olah TKP,” tutur Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko kepada wartawan saat ditemui di sela pembongkaran di Dusun Toyomarto, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Senin (8/10/2018).

Maryoko menambahkan pihaknya pun telah memeriksa 6 saksi. Bahkan korban yang merupakan pelajar SMP pun sudah melakukan visum. Hasil pemeriksaan bahwa ada janin yang sudah dimakamkan.

“Teknis penyelidikan mendatangkan tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri dengan membongkar mayat janin dan dilakukan autopsi, nanti hasilnya akan diumumkan oleh dokter,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Maryoko, termasuk alat bukti dan gelar perkara pun diduga pelaku mengarah kepada ayah tiri korban. “Saat ini pelaku yaki MS melarikan diri, jika tidak menyerahkan diri. Kami bakal melakukan tindakan tegas,” tegas dia.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Korban kami upayakan untuk pendampingan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dengan pekerja sosial terkait psikis anak,” imbuh dia.

Proses autopsi dipimpin langsung oleh dokter polisi (dokpol) forensik Polda Jatim dr. Tutik Purwanti mengatakan dari hasil pemeriksaan makam pada jenazah janin tersebut disimpulkan jika memang usia kehamilan janin antara 4-6 bulan.

“Tadi kami sudah mengambil sampel rambut, lambung, darah dan tulang paha kiri,” papar dia.

Nantinya, lanjut Tutik, pihaknya menunggu hasil dari laboratorium apakah janin digugurkan dengan obat atau dengan cara lain.

“Meninggalnya dari dalam kandungan, kalau umur segitu belum cukup umur untuk dilahirkan,” pungkas dia.