Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Uang Suap untuk Amankan Kasus Istri

Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Uang Suap untuk Amankan Kasus Istri

 

Sipayo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu sebagai tersangka setelah diduga menerima suap Rp 550 juta dari kontraktor.
KPK menduga uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan pribadi Remigo yang diduga mengamankan kasus yang melibatkan istrinya.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, uang tersebut salah satunya diduga untuk mengamankan kasus hukum yang menjerat istri Remigo. Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal kasus hukum yang menimpa istri Bupati Pakpak Bharat, yakni Made Tirta Kusuma Dewi.

“Uang tersebut diduga untuk keperluan pribadi Bupati, termasuk untuk mengamankan kasus istri Bupati yang saat ini sedang ditangani oleh penegak hukum di Medan,” ujar Agus di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11/2018).

Agus mengatakan bahwa Remigo menerima suap sebanyak Rp550 juta sebanyak tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada 16 November 2017 sebesar Rp150 juta, tahap selanjutnya pada 17 November 2018 sebesar 250 juta dan 150 juta.

Agus menjelaskan uang suap yang diterima Remigo terkait dengan fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Pemberian uang suap itu, kata Agus, melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas mengumpulkan dana.

“Diduga RYB menginstruksikan kepada para Kepala Dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek pada dinas masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT setelah menerima informasi soal rencana penerimaan uang suap Remigo sebesar Rp150 juta yang diberikan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat Davis Anderson Korosekali. Uang diduga berasal dari Hendriko Sembiring selaku swasta yang menggarap proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Dalam OTT itu, KPK juga mengamankan ajudan Bupati pakpak Bhawat berinisial JBS, swasta berinisial RP, dan pegawai honores Dinas PUPR Pakpak Bhawat berinisial S.

Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dan gelar perkara, Agus mengatakan KPK menetapkan Remigo, David, dan Hendriko sebagai tersangka.