Siswa SMP Dicabuli Pemuda yang Dikenalnya Lewat Medsos di Surabaya

Siswa SMP Dicabuli Pemuda yang Dikenalnya Lewat Medsos di Surabaya

Foto: Ilustrasi 

Sipayo.com – Seorang pria asal Pekanbaru yang berinisial SM (25), dilaporkan ke polisi karena melakukan pencabulan terhadap pelajar SMP di Surabaya berinisial RA (14).

Pada Senin (26/11/2018), Kepala Unit PPA Polresta Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, SM telah melakukan perbuatannya 7 kali, sejak Agustus hingga November 2018.

Perbuatan tersebut dilakukan pelaku di tempat kosnya yang terletak di Wonokromo, Surabaya. Ruth menjelaskan, pelaku sempat merayu korban dengan cara menanggung biaya antar-jemput ojek online dan mentraktir makan.

Selain itu, saat mencabuli korban, pelaku juga merekam aksinya untuk mengancam korban. Korban diancam pelaku, videonya akan disebarkan jika menolak permintaannya. Namun, perbuatan pelaku terungkap setelah keluarga korban lapor ke polisi.

“Pelaku memilih anak yang lebih muda karena kecil kemungkinan untuk melawan,” terangnya, kepada wartawan.

Menurut Ruth, pelaku mengenal korbannya yang juga laki-laki itu dari media sosial, yaitu aplikasi Grindr.

Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Kejadian serupa pernah terjadi di Karawang, Jawa Barat.

Akun Facebook Yuni Rusmini menyebutkan, balita yang belum genap berusia 2 tahun ditemukan tergeletak di toilet masjid dekat rumahnya di Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan dibekap gelandangan berusia 10 tahun.

Korban diduga disodomi oleh pelaku, yang disebut dalam kondisi mabuk lem.

Korban, yang awalnya bermain di depan rumah, tiba-tiba dibawa ke toilet masjid oleh pelaku tanpa sepengetahuan orangtuanya.