Wah! Ethiopia Termasuk Negara yang Paling Langka Toilet

Wah! Ethiopia Termasuk Negara yang Paling Langka Toilet

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Toilet merupakan salah satu tempat yang paling dicari keberadaanya, baik itu sedang di rumah maupun dalam agenda liburan ke tempat wisata.

Namun, tidak semua tempat mampu menyediakan toilet sesuai dengan keinginan. Bahkan, banyak juga didapati toilet yang kotor dan kurang layak sehingga membuat kenyamanan serta kesehatan terganggu.

Seperti halnya negara yang berada di benua Afrika yaitu Ethiopia yang menjadi negara tertinggi dengan tingkat ketidaklayakan toilet. Hal itu diungkapkan pada sebuah studi baru.

Seorang yang bernama Charity WaterAid menemukan fakta bahwa Ethiopia ‘memimpin dunia’ dalam hal kelangkaan toilet.

Negara terpadat penduduk kedua di Afrika ini, sekitar 93 persen warganya tidak punya akses toilet yang layak.

Selama ini, penduduk Ethiopia buang air besar dan kecil di kakus terbuka dan tak layak. Kebiasaan ini akan menyebabkan penyebaran penyakit, salah satunya diare.

“Ini mengerikan, bukan hanya karena ini mengancam kesehatan, pendidikan, dan keselamatan mereka, tapi juga mengancam masa depan mereka,” kata direktur kampanye WaterAid, Savio Carvalho dilansir dari AFP.

Laporan yang dikeluarkan jelang Hari Toilet Dunia dari PBB ini membuktikan kurangnya akses toilet layak akan menimbulkan konsekuensi mematikan, termasuk bagi siswa.

Hampir 140 ribu siswa meninggal dunia akibat diare dan penyakit lainnya setiap tahun. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 289 ribu anak lainnya meninggal karena sakit, bahkan sebelum mereka masuk ke ruang kelas.

Carvalho mengungkapkan bahwa salah satu penyebab dari kelangkaan toilet di Ethiopia adalah karena krisis yang mendera negara tersebut.

Serangkaian bentrokan etnis, banjir, dan kekeringan berkepanjangan membuat pemerintah mengalihkan sumber daya dari pembangunan sanitasi untuk bantuan darurat lainnya.

“Ketika ada konflik di negara manapun, baik internal maupun perbatasan, laju pembangunan melambat (termasuk sanitas).”