Erick Thohir Didukung Beberapa Klub Liga 1  Jadi Ketua PSSI

Erick Thohir Didukung Beberapa Klub Liga 1  Jadi Ketua PSSI

 

Sipayo.com– Nama Eric Thohir muncul sebagai calon pengganti ketua umum PSSI setelah Edy Rahmayadi menyatakan mundur.
Memiliki pengalaman segudang memimpin klub sepak bola di dalam dan luar negeri, tentu tidak ada yang meragukan kapabilitas seorang Erick Thohir untuk menjadi ketua umum PSSI.
Namun hal itu pun didukung sejumlah klub Liga 1, bahkan terdapat petisi daring yang mendukung Erick menduduki PSSI 1.
Terkait hal itu, Wahyoe Winarto selaku General Manager PSIS Semarang menganggap Ketua Komite Penyelenggara Asian Games 2018 itu layak mendapat panggung utama di dunia sepak bola Indonesia.
“Tentunya kami dukung Erick jadi Ketum PSSI” ungkap Wahyoe, Selasa (22/1/2019).
Wahyoe tidak khawatir dengan kesibukan Erick dalam membagi waktu jika nanti betul terpilih jadi Ketum PSSI.

Setidaknya sampai April 2019, Erick akan sibuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) dari pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Ya kalau itu Erick bagi waktu kesibukan, yang lebih tahu Pak Erick. Hanya kalau melihat sosok Pak Erick, Pak Erick cocok jadi Ketum PSSI. Beliau kan juga orang bola,” ucap Wahyoe.
Senada dengan Wahyoe, manajer Madura United Haruna Soemitro juga berpikiran yang sama. “Silakan saja [masyarakat dukung Erick jadi Ketum PSSI], itu aspirasi yang harus diformalkan,” ucapnya.

Sementara itu pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai tidak mesti tokoh yang berkuasa, yang punya kekuasaan, pengusaha, atau orang kaya yang memimpin PSSI karena sudah memiliki potensi untuk menjadi industri yang mandiri.

“Dibuka saja seluas mungkin pemilihan Ketua Umum PSSI. Jangan dibatasi syaratnya harus begini, harus begitu, yang membuat orang-orang bagus tidak bisa masuk. Jadi siapapun bisa menjadi kandidat, yang penting dia memahami sepak bola,” tutur Koesnaeni.

“Pemahaman dan wawasan dia tentang sepak bola bisa diuji. Kalau di fit and proper test ketahuan tidak mengerti sepak bola, ya tidak usah dipilih. Kita harus berani membuat terobosan besar di sepak bola ini, supaya pengurusnya itu betul-betul mandiri dan profesional,” tuturnya menambahkan.