Joko Driyono Diduga Menjadi Tersangka Pengerusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Joko Driyono Diduga Menjadi Tersangka Pengerusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

 

Sipayo.com – Polis baru saja mentapkan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono diduga menjadi tersangka perusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor atau match fixing pada pertandingan sepak bola Indonesia yang tengah diusut polisi.

“(Tersangka) perusakan barang bukti,” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwonosaat saat dikonfirmasi, Jumat (15/2/2019) malam.

Argo mengatakan, penetapan status tersangka tersebut dilakukan setelah tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya menggeledah apartemen milik Joko Driyono di Taman Rasuna, Tower 9, Unit 18C dan gelar perkara pada Kamis malam.

“Kamis kemarin penetapan tersangka Pak Joko Driyono, setelah dilakukan mekanisme penetapan tersangka dengan gelar perkara,” kata Argo yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Ada juga buku tabungan dan kartu kredit, uang tunai (tidak disebutkan nominalnya), empat buah bukti transfer (struk), tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI, dan satu buku catatan warna hitam.

Selain itu, satu buku note kecil warna hitam, dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kuitansi, satu bandel dokumen, dan satu buah tablet merek Sony warna hitam.

Sebelum penggeledahan itu, Joko Driyono pernah diperiksa di Polda Metro Jaya pada 24 Januari lalu.

Jokdri kini juga dicegah untuk keluar negeri. Menurut Argo, pencegahan keluar Indonesia terhadap Jokdri berlaku selama 20 hari ke depan.

“Surat pencegahan ke luar Indonesia untuk Pak Joko Driyono yang dikirim ke Imigrasi hari ini Jumat 15 Februari 2019,” kata Argo.

Jokdri telah menjadi tersangka keempat dalam kasus perusakan barang bukti. Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tiga tersangka lain, yaitu Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur OB di PSSI.

“Persangkaan tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu pekan lalu.

Syahar menjelaskan, Musmuliadi bersama dengan Mardani memasuki kantor Komdis PSSI di Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan yang sudah diberi garis polisi.

Terkait hal itu, Direktur Hubunan Media PSSI Gatot Widakdo mengatakan, pihaknya masih mempelajari kasus yang menimpa Jokdri. Gatot menyatakan belum bisa bicara banyak terkait penetapan Jokdri sebagai tersangka.

Gatot menyebutkan, PSSI akan memberikan keterangan kepada media terkait hal tersebut dalam waktu dekat.

“Tunggu saja, nanti kami akan berikan keterangan resmi,” kata Gatot.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menegaskan, penetapan Jokdri sebagai tersangka tidak terkait dengan dugaan pengaturan skor.

“Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Gusti Randa seperti dilansir dari situs PSSI.org.

Jokdri sendiri baru saja diangkat menjadi Plt Ketua Umum PSSI untuk menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada 20 Januari lalu.