Presiden Joko Widodo Serang Prabowo soal Haiti Hingga Bubar-Punah

Presiden Joko Widodo Serang Prabowo soal Haiti Hingga Bubar-Punah

Foto: Presiden Joko Widodo

Sipayo.com – Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi), belum berhenti melempar serangan. Di depan pendukungnya, Jokowi bicara soal Haiti dan pernyataan ‘bubar-punah’ yang pernah dilempar pesaingnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto.

Serangan-serangan itu dilontarkan Jokowi saat menerima dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). Jokowi menolak Indonesia dibandingkan dengan negara Haiti karena Indonesia masuk negara G-20. Jokowi mengatakan perbandingan itu tidak apple to apple.

“Jangan sampai dibandingkan dengan Haiti. Hati-hati, negara Indonesia sudah masuk dengan GDP USD 1 triliun, kita masuk G-20, kok dibandingkan dengan Haiti… ini namanya membandingkannya kurang hati-hati,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian berbicara bahwa tidak mudah mengelola negara Indonesia sehingga dibutuhkan pemimpin yang berpengalaman.

“Mengelola negara ini tidak gampang. Banyak hambatan di lapangan. Jangan dipikir mengelola Indonesia dengan perbedaan suku dan agama, mudah. Apalagi belum pengalaman,” terang mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Perbandingan Indonesia dengan Haiti sebelumnya pernah disampaikan capres Prabowo Subianto. Prabowo menyebut kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang.

Kepada para pendukungnya, Jokowi juga mengajak lebih optimistis. Jokowi menolak jika ada yang menyebut bangsa Indonesia akan punah dan bubar.

“Ada yang mengatakan Indonesia bubar 2030, Indonesia punah. Lho, lho. Kalau mau punah, bubar, bubar sendiri. Jangan ajak masyarakat. Kita ini optimis. Optimis nggak? Insyaallah 2040 itu negara kita akan jadi negara 4 besar ekonomi terbesar di dunia,” ujar Jokowi.

Dia juga kembali berbicara pentingnya pembangunan jalan tol. Jokowi mengatakan jangan sampai ada yang menyebut jalan tol tidak penting.

“Jakarta ke Semarang berapa jam? 10 sampai 11 jam? Sekarang? 5 jam. Inilah yang namanya kecepatan. Kecepatan akan memudahkan dan memurahkan. Semua negara maju itu melakukan itu. Jangan sampai ada yang bilang kita tak perlu itu, kita tak makan jalan tol. Siapa yang suruh makan jalan tol?” kata Jokowi.