Polisi Amankan Pelaku Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos di KPU Sumut

Polisi Amankan Pelaku Penyebar Hoaks Surat Suara Tercoblos di KPU Sumut

 

Sipayo.com – Petugas dari Subdit V/Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sumatera berhasil mengamankan satu dari dua pelaku penyebaran berita Hoaks surat suara tercoblos di KPU Sumatera Utara dan Kota Medan. Pelaku yang bernama Muhammad Adrian ini, diamankan petugas di Jawa Barat pada Kamis (14/3/2019) lalu.

“Sudah kita amankan. Pelaku ditangkap petugas di Jawa Barat dan merupakan warga Jawa Barat,” ungkap Kasubdit Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumatera utara, AKBP MP Nainggolan, Rabu (20/3/2019).

Dalam menjalankan aksi, MP menyebutkan pelaku menggunakan akun palsu yang dikelolanya sendiri untuk menyebarakan berita hoaks tersebut.

“Pantauan dari penyidik, alamat akun facebook yang digunakan oleh pelaku untuk menyebarkan hoaks selau berubah-ubah,” jelas Nainggolan.

Lebih jauh, Nainggolan mengatakan untuk mengamankan pelaku, Penyidik menggunakan sejumlah metode. Salah satu diantaranya dengan menelusuri pertemanan dari akun facebook palsu yang digunakan tersangka.

“Dari pertemanannya ditelusuri, kemudian dijebak sehingga tersangka berhasil kita amankan. Jadi untuk menangkap pelaku untuk kasus seperti ini bukan pekerjaan yang mudah,” jelasnya.

Nainggolan sendiri mangatakan bahwa saat ini tersangka sudah ditahan oleh penyidik di Mapolda SUmatera Utara dan masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Masih diperiksa terkait dengan motif menyebarkan video hoak dengan menuding KPU SUmatera Utara berbuat curang,” pungkas Nainggolan.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara bersama KPU Kota Medan resmi melaporkan video hoaks yang isinya menyebutkan bahwa surat suara Pilpres 2019 sudah tercoblos ke Polda Sumut, Minggu (3/3/2019).

Komisioner Divisi Advokasi dan Hukum KPU Sumut Ira Wartati mengatakan, video itu merupakan hoaks pertama yang menyerang KPU Sumut dan Kota Medan.

Pelaporan ke polisi adalah bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

KPU melaporkan dugaan pencemaran nama baik, karena dalam video itu KPU Sumut merasa telah dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab Informasi soal video itu pertama kali diketahui pada Sabtu (2/3/2019) malam, sehingga pihaknya merasa perlu untuk membuat laporan, karena jika dibiarkan, video itu semakin melebar dan memberikan persepsi publik bisa membahayakan KPU sebagai penyelenggara.