KPU : Terlalu Dini Bicarakan Diskualifikasi

KPU : Terlalu Dini Bicarakan Diskualifikasi
Sipayo.com – Caleg PAN Eggi Sudjana meminta Bawaslu mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin beserta sejumlah anggota DPR DKI II dianggap terlalu berlebihan.

Anggota Komisioner KPU Wahyu Setyawan menilai bahwa sampai kini tim internal KPU tengah menyisir sejumlah lokasi dari surat suara yang dicoblos.

“Kalau kita katakan itu masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pelakunya adalah pihak 01 ataupun 02. Kita tidak mau gegabah untuk mengatakan salah satu pihak langsung (didiskualifikasi) kan,” kata Wahyu Setyawan saat dikonfimasi Vertanews.id, Jumat, 12 April 2019.

Menurut Wahyu untuk membuktikan siapa aktor intelektual peristiwa penggerebekan tersebut dibutuhkan waktu panjang. Apalagi mengingat kasus penggerebekan masih berusia dua hari.

“Kan baru dua hari, jadi semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi kan kalau bukan yang dicoblos tapi pelakunya siapa. Makanya itu masih didalami,” ujar Wahyu.

Wahyu juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyimpulkan sejumlah isu liar terkait pencoblosan. Termasuk adanya kemungkinan propaganda terhadap salah satu pihak tertentu. Sebab, kini KPU masih melakukan cek lapangan untuk meneliti kabar tersebut.

“Jangan banyak asumsi juga karena takutnya jadi liar, tidak tertib. Dari KPU sih sedang melakukan cek kebenarannya. Saya rasa Bawaslu juga searah dengan kami,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Komisioner Bawaslu Mochammad Affifudin menjelaskan bahwa posisi Bawaslu masih menunggu proses kelanjutan kasus pencoblosan surat suara di Selangor.

“Kita sendiri masih menunggu up-datean terkini dari tim kami di sana. Tidak bisa menyimpulkan lebih jauh. Tunggu saja prosesnya. Jadi belum bisa kita tetapkan itu(didiskualifikasi),” tutupnya.

Reaksi tersebut menjawab permintaan dari Caleg PAN dan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggy Sudjana yang menyatroni Bawaslu meminta agar capres nomor urut 01 Joko Widodo, serta caleg Partai NasDem Davin Kirana anak kandung Rusdi Kirana dan Ahmad didiskualifikasi.