Akibat Gunung Sinabung Meletus, 3 Unit Pemadam Kebakaran Diturunkan untuk Menyiram Lokasi yang Terkena Dampak

Akibat Gunung Sinabung Meletus, 3 Unit Pemadam Kebakaran Diturunkan untuk Menyiram Lokasi yang Terkena Dampak

Foto: Pemadam Kebakaran Menyiram Abu Vulkanik

Sipayo.com – Letusan Gunung Sinabung yang terjadi pada Selasa (7/5/2019) sekira pukul 06.00 WIB pagi tadi, menyebabkan beberapa wilayah di Tanah Karo terkena dampak. Letusan Gunung tersebut ada tiga kecamatan terkena dampak yakni, Kecamatan Simpangempat, Kecamatan Berastagi, dan sebagian wilayah Kecamatan Kabanjahe.

Pemkab Karo langsung menurunkan tiga unit mobil pemadam untuk menyiram abu vulkanik yang di jalan raya. “Untuk membantu proses pembersihan ini, kita menerjunkan tiga unit mobil pemadam dan 18 petugas,” ujar Kasatpol PP Karo Hendrik P Tarigan.

Hendrik mengungkapkan, dari ketiga unit tersebut dua di antaranya dikerahkan untuk membantu proses pembersihan di Kecamatan Simpangempat. Kemudian, satu unit lagi bekerja di wilayah Berastagi hingga ke Kabanjahe.

“Karena di Kecamatan Simpangempat ini yang paling parah terdampaknya, makanya kita terjunkan dua unit di sini,” katanya.

Sebelumnya, Dansatgas Tanggap Darurat Gunung Sinabung Letkol Inf Taufik Rizal, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab untuk menerjunkan mobil pemadam. Di sebagian kawasan yang terdampak juga terlihat diselimuti abu setebal beberapa milimeter.

Selain dari pemadam kebakaran, proses pengiriman juga dibantu dengan mobil water canon milik Polres Tanah Karo.

Mengetahui ada beberapa daerah yang terdampak itu, Dansatgas Tanggap Darurat Gunung Sinabung Letkol Inf Taufik Rizal, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Karo untuk menerjunkan mobil pemadam kebakaran.

Dirinya menyebutkan, nantinya personel pemadam akan membantu melakukan penyemprotan sisa abu vulkanik yang ada di jalan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkab untuk mengirimkan Damkar, agar jalan yang terdampak debu bisa disiram,” ujar Taufik.

Taufik menambahkan, lebih lanjut pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan penyisiran terhadap daerah-daerah yang terdampak.

Terutama ke kawasan yang masuk ke dalam zona merah Gunung Sinabung, agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan aktivitas di sana.

“Selanjutnya ini kita langsung melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang terdampak, agar tidak ada masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah berbahaya,” ucapnya.

Dirinya menyebutkan, memang beberapa bulan terakhir gunung tertinggi di Sumatera Utara ini tidak menunjukkan aktivitasnya yang berarti.

Bahkan, sempat ada prediksi jika status gunung yang saat ini pada awas level IV, akan diturunkan.

Namun, kali ini dibuktikan jika aktivitas gunung masih fluktuatif. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak aman, agar nantinya tidak terdapat warga yang menjadi korban.