Kolang Kaling Kebanjiran Orderan Saat Ramadhan Dan Lebaran

Kolang Kaling Kebanjiran Orderan Saat Ramadhan Dan Lebaran

Kolang Kaling (Foto: Net)

Sipayo.com – Tingginya permintaan kolang-koling untuk dijadikan takjil berbuka puasa di Bulan suci ramdhan membuat industri rumahan kolang-kalig kebanjiran order.

Bahkan pemilik usaha mengaku kewalahan memenuhi tingginya permintaan pasar, karena meningkatnya pemesanan hingga mencapai seratus kali lipat dibanding tahun-
Tahun sebelumnya.

Siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini. Buah berwarna putih terasa lembut kenyal dan manis saat di makan, buah ini banyak diburu warga, khususnya dibulan suci
Ramadhan seperti sekarang ini.

Untuk tahun ini para pemilik usaha rumahan kolang-kaling di Kabupaten Simalungun, mengaku kebanjiran order. Kondisi ini membuat para pengusaha buah kolang-kaling mengaku kewalahan memnuhi permintaan pasar.

Kolang-kaling yang berasal dari biji buah aren ini sebenarnya banyak didatangkan dari wilayah Simalungun dan sekitarnya. Proses pembuatan kolang-kaling terbilang sangat sederhana.

Buah aren yang dipetik dari pohonnya dipisahkan dari tangkainya. Lalu direbus dengan air mendidih dan selanjutnya dikupas dengan menggunakan alat buatan sendiri, lalu dicuci bersih.

Biasanya, saat bulan puasa kolang-kaling banyak diburu warga, baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa maupun dijual sebagai panganan takjil. Di hari biasa harga kolang kaling dijual tiga ribu rupiah per kilogram. Namun saat ramadhan harganya naik lebih dari seratus persen hingga mencapai sepuluh ribu rupiah per kilogram.

“Kolang-kaling ini tidak hanya di pasarkan di sini saja, bahkan sampai ke Palembang, Pekan Baru dan Jakarta” Ungkap Linda Pangaribuan pembuat kolang kaling.

Industri rumahan milik linda ini mampu membuat kolang-kaling sebanyak lima puluh Ton selama sebulan. Kolang-kaling buatan Simalungun ini tidak hanya dipasarkan
Disumatera Utara, namun juga hingga ke Palembang, Pekan Baru dan Jakarta.