Mantap! BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe Pastikan Warga Tetap Terlayani Selama Mudik

Mantap! BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe Pastikan Warga Tetap Terlayani Selama Mudik

Foto: Kartu BPJS

Sipayo.com – Hari Raya Idul Fitri tinggal nenunggu beberapa hari lagi, terlihat sebagain masyarakat sudah banyak yang bersiap atau bahkan sudah berangkat pulang kampung atau mudik.

Sebagian pemudik sempat bertanya-tanya terhadap pelayanan kartu Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di lokasi yang dituju.

Namun, saat ini masyarakat tidak perlu khawatir karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah mengantisipasi hal tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabanjahe Sri Widyastuti, mengungkapkan jika peserta JKN-KIS tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan selama masih di wilayah Indonesia.

Dirinya menyebutkan, mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan selama di luar kota.

“Peserta JKN-KIS yang sedang mudik lalu membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. Layanan kesehatan tersebut bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Sri di Kantor BPJS Kesehatan cabang Kabanjahe, Jalan Letnan Rata Peranginangin, Rabu (29/5/2019).

Dirinya menyebutkan, saat masyarakat berada di luar kota dan ingin mendaftarkan FKTP tersebut, maka dapat menggunakan aplikasi mudik BPJS Kesehatan, atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Dirinya menerangkan, apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik biaya dari peserta,” ucapnya.

Wanita berbaju cokelat itu menjelaskan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar peserta JKN-KIS disiplin membayar iuran, khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS.

“Untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, kami juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload di playstore dan appstore,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, pada aplikasi tersebut menyediakan beberapa informasi penting seputar pelayanan BPJS Kesehatan.

Seperti nomor telepon layanan, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Untuk pelayanan di kantor BPJS Kesehatan, dirinya mengungkapkan pihaknya juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS.

Pelayanan tersebut dibuka mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019, mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat. Dirinya menyebutkan, pada waktu ini peserta dapat mendapatkan beberapa pelayanan.

Seperti pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI), pencetakan kartu bayi baru lahir, perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap, re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap, dan penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera.

“Selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran kami juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit. Yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan, dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera,” pungkasnya.