Masyarakat Tolak Pembangunan Tambang Seluas 27.420 Hektar

Masyarakat Tolak Pembangunan Tambang Seluas 27.420 Hektar

Foto: Logo PT. Dairi Prima Mineral 

Sipayo.com – Ratusan massa yang tergabung dalam forum masyarakat dairi menggelar aksi unjuk rasa, menolak keberadaan tambang di Kecamatan Parongil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang rencananya akan di buka seluas 27.420 hektar, oleh PT.Dairi Prim Mineral.

Beginilah kondisi lokasi akan di dirikan tambang timah oleh PT.Dairi Prima Mineral (DPM) yang berpusat di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera utara, seluas 27.420 hektar yang terdiri dari lahan pertanian warga dan Hutan lindung.

Kehadiran tambang ini di tolak keras oleh forum masyarakat dairi karena menilai Tambang akan menghilangkan hasil pertanian warga, merusak lingkungan sekitar dan dapat menyebabkan bencana besar di kemudian hari.

Selain itu forum masyarakat dairi juga menjelaskan bahwa dairi merupakan daerah penghasil pertanian yang cukup besar, dan merupakan sumber pendapatan asli daerah terbesar, sehingga dairi tidak membutuhkan kehadiran tambang yang dapat merusak ekosistem pertanian.

“Pertambangan ini sudah dalam proses pembangunan infrastruktur, harapan kami pemerintah yang terkait mempertimbangkan dan mengkaji kembali ijin pengoprasian tambang ini” Uangkap Kordinator For Dairi, Hebsin Marganda Sihombing.

Untuk saat ini pertambangan yang di kelola oleh PT Dairi Prima Mineral sudah dalam proses pembangunan infrastruktur, dan di harapkan pemerintah mempertimbangkan dan mengkaji kembali ijin pengoperasian tambang, karena menyangkut kelangsungan hidup generasi yang akan datang.