Orang Kerpercayaan Bupati Labuhanbatu Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

Orang Kerpercayaan Bupati Labuhanbatu Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto: Thamrin Ritonga saat Menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Medan pada Kamis (9/5/2019).

Sipayo.com – Salah satu orang kepercayaan dari Bubati Labuhanbatu Pangonal Harahap bernama Thamrin Ritonga, dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Medan pada Kamis (9/5/2019).

Jaksa KPK bernama Mayhardi Indra Putra, menuntut terdakwa dengan pasal subsider utama dengan Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” terangnya.

Ia menuturkan bahwa hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung kinerja pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari kolusi korupsi dan nepotisme.

“Yang meringankan terdakwa mengaku terus terang dan menyesali perbuatannya terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. Terdakwa juga tidak menikmati uang hasil kejahatan yang dilakukannya tersebut,” tutur JPU Indra.

Meskipun tidak terbukti menikmati uang hasil kejahatan, Jaksa Indra menyebutkan bahwa terdakwa terbukti membantu Pangonal untuk menerima hadiah berupa uang yang seluruhnya Rp 42.280.000.000 serta SGD 218.000 dari pengusaha Efendy Sahputra alias Asiong.

“Meskipun terdakwa tidak menerima langsung semua uang tersebut, namun terdakwa terbukti mempunyai sikap batin yang sama dengan penyelenggaraan negara (Pangonal Harahap) dalam pengolahan terkait adanya penerimaan uang tersebut agar diberikan paket pekerjaan di Kabupaten Labuhanbatu kepada saksi Saputra alias Asiong. Oleh karena itu kami berkesimpulan bahwa unsur yang telah terpenuhi dan terbukti secara sah,” tegasnya.

Jaksa KPK tidak membebankan Uang Pengganti (UP) terhadap Thamrin melainkan membebankan seluruhnya kepada Pangonal Harahap.

Selama persidangan, Thamrin yang mengenakan kopiah putih dengan batik oranye terlihat gelisah. Beberapa kali ia terlihat hanya bisa menunduk dan melipatkan tangannya di antara kedua kakinya.

Usai pembacaan nota tuntutan, mata Thamrin tampak berkaca-kaca dan tatapannya kosong.

Usai, pembacaan nota tuntutan, Hakim Ketua Irwan Effendi menanyakan kepada terdakwa sikapnya terhadap tuntutan tersebut.

Kuasa hukum terdakwa menyebutkan akan mengajukan pledoi (nota pembelaan) pada 16 Mei 2019 mendatang.